Selasa, 22 Desember 2009

Baby Geniuses

Setiap bayi memiliki potensi milyaran sel otak yang siap mendapat rangsangan. Sentuhan, lingkungan yang ramah otak, dan hands on, adalah beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan fungsi otak anak.

Sebagian ahli berpendapat, sel otak seorang bayi sebanyak bintang yang bertebaran di langit. Ada pula yang menduga, jumlah sel otak kurang lebih 100 milyar. Seluruh sel ini punya peran penting dalam menunjang fungsi otak sebagai pengatur semua kemampuan manusia di masa dewasa.

Super cerdas dengan hanya 7 persen

Namun, meski ada milyaran sel otak, nyatanya tak semuanya berkembang sempurna, karena amat tergantung pada stimulasi yang diterimanya. Konsultan Keluarga Budi Darmawan, menyatakan stimulasi ini memang amat menentukan sejauh mana jaringan sel-sel otak dapat berkembang. Jika sedikit mendapat stimulasi, bisa jadi yang berkembang hanya 1 persen dari sekian milyar sel otak.

Sebaliknya, bila stimulasinya banyak, perkembangannya pun bisa lebih besar lagi.

Berbicara tentang sel yang aktif, Maxwell Malt, seorang peneliti asal Amerika mengemukakan pendapatnya tentang hubungan sel otak yang aktif dengan kecerdasan. Bila manusia dapat mengaktifkan sekitar 7 persen saja dari sel otaknya, ujar Malt, maka gambaran kecerdasan orang itu adalah bisa menguasai 12 bahasa dunia, memiliki 5 gelar kesarjanaan, dan hapal ensiklopedi lembar-demi lembar, huruf demi huruf, yang satu setnya terdiri dari beberapa puluh buku.

Sentuhan, Lingkungan Ramah Otak, Hands on

Ada beberapa faktor yang akan merangsang fungsi otak anak. Pertama, anak sangat membutuhkan sentuhan. Saat anak tidak mendapat sentuhan, sel otaknya banyak yang mati. Karenanya, ditemukan bahwa anak-anak yang berada di keluarga yang hangat dan sakinah, cenderung memiliki perkembangan otak yang bagus.

Kedua, faktor lingkungan. Lingkungan yang baik bagi perkembangan otak anak adalah yang ramah otak. Misalnya saja, tidak banyak teriakan-teriakan yang menakutkan, dan anak kerap mendapat panggilan sayang.

Ketiga, stimulasi yang benar, dengan memberikan berbagai permainan hands on. Hands on artinya permainan yang bisa disentuh, dipelajari, dan dieksplorasi. Selama rentang usia bayi, sebaiknya mereka mendapat rangsangan hands on, yaitu pengenalan tiga dimensi. Dengan rangsangan tersebut, anak diberi kesempatan untuk mengeksplorasi dunia. Dia boleh main pasir, air, tepung, dan segala macam permainan lainnya. Saat memasuki usia TK sampai SD ke atas, barulah anak diperkenalkan proses pembelajaran dua dimensi.

Konsekuensi, bukan hukuman

Hukuman (punishment) sesungguhnya tidak pernah ramah buat otak. Kalau anak sering disiksa, secara verbal maupun fisik, dipukul, atau dituding sebagai anak yang bermasalah, maka fungsi dan lampu otaknya akan mati, terutama di bagian tengah, yaitu bagian emosional. Anak akan sangat terpukul dengan kata-kata yang negatif. Berbagai siksaan, ancaman, verbal atau fisik, akan mengurangi daya fungsi otak secara keseluruhan.

Lantas bagaimana orangtua bisa menegakkan disiplin pada anak? “Sosialisasikanlah anak dengan konsekuensi. Bukan dengan hukuman,” ujar Emmy Soekresno, Konsultan pendidikan Jerapah Kecil, seraya menambahkan, “sebab hukuman sangat tidak efektif. Anak tidak teringat pada kesalahan, tapi teringat pada apa yang diucapkan kepadanya,”

Penerapan konsekuensi ini, ujar Emmy pula, sebenarnya sejalan dengan konsekuensi yang jelas. Maka, kalau misalnya anak tidak mau bekerjasama, guru jangan memberi anak stempel muka cemberut melainkan bisa berkata, “Siapa yang mengikuti permintaan Ibu, akan diberi stempel muka senyum. Bagi yang tidak, tidak akan dapat stempel.” Itulah konsekuensi. Orangtua dan guru pun harus mampu menerapkan percakapan yang Brain Friendly. Artinya, ramah terhadap otak. Bicara tidak berteriak, menuduh, memberi nilai-nilai negatif atau bernuansa negative thinking. Berbagai penelitian menunjukkan, bila orangtua terbiasa ramah kepada anak, otak anak pun menjadi ramah. Dan saat otak menjadi ramah, penggunaannya juga akan maksimal.

Masa pesat perkembangan otak anak

Lima tahun pertama kehidupan anak merupakan masa pesat perkembangan otak hingga masa ini sering disebut sebagai golden periode. Bahkan, anak di usia 5 tahun pertama diketahui punya kemampuan photographic memory, mengingat seperti mata kamera. Di atas lima tahun, kemampuan memorinya menurun. Tidak sehebat dan sepeka di masa golden periode.

Lebih jauh Emmy menjelaskan, meski secara keseluruhan, fungsi otak bekerja bersamaan, namun, ada penekanan-penekanan atau waktu prima (prime time) bagi otak. Misalnya, untuk belajar bahasa asing, misalnya bahasa Inggris, waktu primanya adalah pada usia 4-12 tahun. Pada usia ini, belajar dengan permainan dan sambil ketawa-ketawa pun, anak sudah bisa bicara bahasa Inggris. Setelah itu, ada second chance, kesempatan kedua untuk belajar, yaitu pada usia 12-15 tahun. Setelah usia 15 tahun, masih bisa belajar bahasa Inggris, tetapi lebih sulit.

Milyaran sel otak ini terbagi dalam beraneka bagian seumpama wadah yang siap diisi. Pada usia 12-13 tahun, akan terjadi pemangkasan sel otak. Pada saat itu, otak akan memeriksa isi otak itu sendiri. Jika ada tempat kosong, misalnya bagian kecerdasan emosi yang tidak pernah dilatih sejak usia 1 hingga 12 tahun, maka bagian itu akan dibuang.

Itu sebabnya, target orangtua setiap hari adalah bagaimana caranya mengisi otak dengan maksimal dengan memberi stimuli yang maksimal pula. Begitupun, jangan tergesa-gesa. Bila suatu ketika guru atau orangtua ingin anaknya mampu menulis, membaca dan berhitung di usia dini, sama saja mereka tengah menghilangkan beberapa aspek kehidupan anak. Karena sebelum melakukan ketiga hal tersebut, ada tahapan yang harus dijalani.

Sebelum bisa menghitung, anak harus bisa menggambar. Sebelum bisa menggambar, anak harus mampu memegang pensil. Sebelum mampu memegang pensil, maka anak perlu melatih motorik halusnya misalnya dengan bermain pasir. Dengan bermain pasir, anak sesungguhnya sedang menghidupkan otot tangannya dan belajar estimasi dengan menuang atau menakar, yang kelak semua itu ada dalam matematika.

Sejak dalam kandungan

Emmy menjelaskan beberapa langkah yang perlu diterapkan untuk mengoptimalkan fungsi otak anak. Pertama, tunjukkan rasa cinta dan ungkapkanlah rasa sayang pada anak.

Kedua, peduli pada basic needs anak. Penuhi kebutuhan gizi anak dengan tetap memperhatikan kebutuhan psikologisnya. Misal, memberi makan tanpa paksaan.

Ketiga, budayakan dialog dalam keluarga. Menurut Emmy, ada dua hal yang tidak bisa dipelajari oleh anak sendiri, yaitu moral, soal baik dan buruk, dan bicara. Kemampuan lainnya bisa dipelajari sendiri, orangtua hanya perlu memfasilitasi.

Tak kalah penting, ada kesadaran bahwa kesuksesan pengoptimalan fungsi otak si kecil, harus dimulai saat bayi masih dalam kandungan. Ibu hamil harus menjaga ketenangan batin, pikiran, termasuk pola konsumsi dan cara makan. Itu akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan bayi. “Karenanya, bapak pun harus ikut hamil saat istrinya hamil. Berikan back up sepenuhnya agar pertumbuhan dan perkembangan janin, termasuk otaknya, menjadi baik,” tutur Budi mengingatkan para ayah.

source : rahasiaotak.com

Komputer Terhebat di Dunia, di Dalam Kepala Kita

Di sebuah desa di Jawa Tengah bernama Kemusuk, puluhan warga desa malam ini tengah menggelar doa Yasinan mendoakan seseorang laki-laki yang sakit keras dan tengah tertidur dalam bius dengan jarak ratusan kilometer dari desa itu. Bahkan seminggu ini media massa pun dipenuhi dengan berita sakitnya laki-laki yang tergolek di sebuah ruangan bernomer 536 lantai 5 Rumah Sakit Pusat Pertamina ini. Seminggu ini ruangan itu tiba-tiba menjadi demikian populer dan menjadi pusat kilatan lampu kamera, sorongan corong mikropon dan dering ringtone telepon. Demikian besar tarikannya, sehingga menit demi menit berbagai macam jenis manusia datang ke RS ini, dan pemandangan di lantai 5 ini menjadi penuh dengan penjaga berseragam maupun berbusana batik.

Pada saat yang hampir bersamaan, pimpinan NU dan Muhammadiyah datang ke RSPP, dua organisasi Islam terbesar yang selama ini terkadang berbeda dalam membuat keputusan, berbeda dalam amalan do’a dan berbeda dalam beberapa pandangan ini, hari ini keduanya dipersamakan tujuan, datang menjenguk orang yang sakit itu.

Ada pula seorang bernama Bambang, dan seorang lagi bernama Halimah, keduanya pernah bertikai keras, saling labrak, bahkan dikabarkan salah satunya akan menuntut perceraian…, tiba-tiba pula datang di lokasi yang sama, di lantai 5 RSPP ini. Alasan yang sama pula yang telah menghadirkan seseorang bernama Tommy dan Tata ke ruangan nomer 536 ini. Setelah bertahun tak bertemu karena perselisihan rumah tanga, malam ini mereka berada di ruang yang sama dengan tujuan yang sama.

Seorang berwarna Wiranto dengan mengenakan baju batik berwarna coklat datang pula ke RSPP di hari Jum’at pukul 23.00, hanya terpaut lima menit kedatangannya, hadir pula seseorang bernama Prabowo mengenakan baju batik coklat pula. Kedua tokoh ini pernah berada dalam posisi yang berbeda diametral dalam sejarah Indonesia.

Beberapa hari sebelumnya, pada hari ketiga laki-laki ini masuk rumah sakit, ada seorang bernama AM Fatwa, ia ini pernah dihukum selama 18 tahun di jaman orang sakit itu masih berkuasa. AM Fatwa menurut detik.com pun saat menjenguk konon juga mencium dahi orang sakit itu, seraya katanya “Saya tidak punya dendam apa-apa, politik dan kemanusiaan harus dipisah…”. Bekas tokoh Petisi 50 Ali Sadikin, juga nampak hadir menjenguk bekas lawan politiknya yang tengah sakit ini.

Entah siapa lagi yang datang dan bersalaman setelah sekian lama saling menghindar, bercakap setelah lama saling tidak mengacuhkan, tersenyum setelah sekian lama memasang muka sangar, disebabkan oleh persitiwa masuknya laki-laki ini masuk ke RSPP. Jika ditulis nama semua orang yang datang di lantai 5 ini, mungkin memerlukan berhalaman kertas agar lengkap semuanya. Demikianlah, dunia terkadang memang aneh, dendam kesumat dan kebencian bisa dihapuskan dalam sehari oleh suatu peristiwa seperti di atas.

Emmmmmmmmmh…. sebentar … saya perlu menghirup nafas panjang agar rongga paru-paru saya bisa mendapat suplai oksigen, sehingga otak segar dan bisa berpikir jernih….

Tulisan ini bukan untuk membahas siapa laki-laki sakit ini, kenapa orang mau datang berbondong, atau bagaimana secara politis hal ini bisa terjadi? Tulisan ini juga bukan merupakan ajakan meng-ugemi wewaler bangsa Jawa yang berbunyi “Mikul duwur mendem jero“, atau himbauan moral untuk menghargai dan mengampuni dosa orang yang sudah pernah berjasa … bukan.. bukan itu tujuan tulisan ini. Tujuan itu sudah ada orang lain yang pasti akan melakukannya dengan senang hati dan bersemangat. Jadi biarlah saya menulis sesuai porsi saya saja, suatu tulisan yang berdasar rasa ketertarikan pada perubahan drastis emosi orang-orang disekitarnya sebagai akibat sakitnya laki-laki ini.

Bukankah luar biasa, bahwa suatu peristiwa bisa memicu perubahan iklim emosi dari kering kerontang menjadi kembali teduh dan subur berseri? Sebuah sikap bermusuhan yang sudah dipertahankan sedemikian lama, sudah menjatuhkan korban (harta, waktu, nama baik dll), kok menjadi sepertinya mudah sekali dilupakan dalam tempo yang sekejap mata. Bukankah ini menarik sekali? Bukankah luar biasa, ternyata otak kita memiliki kapabilitas untuk melakukan perubahan dengan cepat…, tidak perlu bertahun-tahun, hanya perlu waktu pendek saja kok.

Peristiwa yang diuraikan di atas, menunjukkan pada kondisi tertentu manusia memiliki kapabilitas melakukan kontrol dan intervensi pada kerja emosi di dalam dirinya. Dan itu terjadi dalam waktu yang relatif cepat, tidak menunggu bulanan atau tahunan.

Perubahan, haruskah lambat?

Sudah bukan rahasia, bahwa cukup banyak para ahli yang mendalami jiwa manusia masih banyak yang berpendapat bahwa perubahan itu tidak bisa cepat, harus evolutif sifatnya, harus berangsur-angsur dan seterusnya. Bahkan ada sebuah teori yang disebut sebagai desensitisasi, yakni proses berangsur untuk mengurangi suatu sensitivitas atas suatu stimulus. Misal agar ’sembuh’ dari penyakit yang disebut phobia, maka seorang klien akan diberikan stimulus secara berangsur, sehingga ketakutannya pada stimulus itu akan berangsur hilang… Pendapat ini juga diimbuhi dengan suatu pandangan bahwa suatu perubahan yang cepat biasanya tidak akan bertahan lama…

Pendapat di atas (mengenai perubahan yang harus bersifat evolutif), tidak demikian saja diterima oleh dua anak muda dari Santa Cruz California pada tahun 1970-an. Mereka melihat, bahwa suatu phobia atau trauma pada prinsipnya juga suatu perubahan emosi/mental yang terjadi sedemikian cepat. Bahkan sangat cepat, dan toh perubahan ini bisa bertahan begitu lama… Dalam pandangan mereka phobia bahkan trauma selalu terjadi dengan cepat, dan menimbulkan sutu perubahan revolutif, namun bertahan lama dan menetap dalam jiwa manusia.

Lantas mereka berdua -Richard Bandler dan John Grinder- bergerak cepat, untuk mencari jawaban, jika emosi/mental/jiwa manusia bisa berubah sedemikian cepat, berarti manusia memang memiliki kapabilitas untuk berubah dengan cepat. Pendapat yang mengatakan perubahan harus bersifat evolutif/berangsur, justru tidak ekologis dengan kenyataan ini. Jika perubahan dari kondisi normal biasa saja menjadi phobic/traumatic bisa terjadi sedemikian cepat dan permanen, seharusnya perubahan dari situasi phobic/traumatic juga bisa dilakukan dengan sedemikian cepat dengan hasil permanen pula… Lantas mereka mengembangkan pertanyaan untuk dijawab agar memancing jawaban:
• Bagaimana cara mereplikasinya, agar bisa diulang lagi kapanpun mau?
• Apa perbedaan yang membedakan antara orang yang bisa keluar dari situasi phobic/traumatic dan yang tidak bisa?
• Jika sudah kita temukan caranya, bagaimana hal ini bisa diaplikasikan ke situasi dan kondisi yang berbeda-beda.

Proses seperti ini rajin dilakukan oleh kedua orang ini, dibantu dengan puluhan orang yang bersimpati dengan proyek itu. Proses seperti ini kemudian dikenal sebagai proses modelling, semangat tinggi di awal mula lahirnya ilmu NLP. Banyak pembelajar NLP yang sampai hari ini belum mengerti bahwa ilmu NLP sebenarnya adalah ilmu modeling. NLP bukanlah ilmu terapi, bukan pula hipnotisme, bukan juga ilmu meniru gerak tubuh orang. Itu hanyalah hasil modelling atau teknik saja. NLP yang sesungguhnya adalah ilmu memodel, ilmu meniru keunggulan, agar bisa direplikasi kapanpun mau, sehingga sebuah keunggulan bukan datang tidak disengaja, namun dipicu kapanpun kita mau.

Saat ini, NLP sudah memiliki banyak sekali cara/teknik, banyak sekali pattern yang sudah dikembangkan oleh para developernya. Salah satu cara yang terkenal di dunia NLP adalah fast phobia cure, yakni suatu pattern yang bisa membantu pemulihan suatu kondisi phobia dalam tempo yang sangat cepat, hanya dalam hitungan menit saja. Menggunakan fast phobia cure, seorang praktisi NLP bisa membantu diri sendiri atau orang lain untuk keluar dari kondisi phobia dengan sangat cepat. Tanpa pengobatan, tanpa nasehat, hanya mengubah struktur pengalaman di dalam otaknya orang yang mengalami phobia itu saja.

Bagaimana caranya fast phobia cure itu?
1. Bayangkan duduk di bioskop, dengan layar putih di depan kita, layar masih kosong.
2. Kemudian bayangkan Anda berpindah dengan cara membayangkan melayang keluar dari tubuh Anda dan berpindah ke ruang penyorot film (yang ada di belakang penonton). Ini disebut proses disassosiasi.
3. Bayangkan ruangan itu aman, ada kaca tebal yang membatasi Anda dengan ruangan. Pegang kaca imajiner itu, rasakan telapak tangan Anda menyentuh kaca, dan katakan “Saya aman”. Jika perlu bayangkan di sebelah Anda ada orang lain yang bisa membuat Anda nyaman.
4. Jika bisa, picu pula rasa aman, dengan mengakses pengalaman saat Anda pernah merasa powerful, ampilfy dan lakukan anchor.
5. Dari balik kaca di ruang itu, lihat diri Anda yang duduk di bawah (di kursi penonton tadi), dan bayangkan Anda melihat ke layar melalui diri Anda yang ada di kursi bawah (double disassociated).
6. Lihat di layar bioskop sebuah gambar film, yang dimulai tepat sebelum peristiwa phobia itu terjadi. Jalankan film ini secara hitam putih dan kecepatan cukup cepat, sekedar untuk mendapatkan sensasi atas jalannya peristiwa itu, dan hentikan film sampai melampaui titik phobia itu. Saat berhenti adalah pada saat menemukan suatu gambaran di masa lalu dimana sudah merasa aman lagi setelah peristiwa phobia itu.
7. Pastikan selama menjalankan proses nomer 6 Anda/klien Anda merasa aman, dengan tetap mempertahankan kesadaran bahwa Anda ada di balik kaca tebal yang aman dan jauh dari peristiwa phobia itu.
8. Setelah film itu selesai, pertahankan gambaran akhir yang Anda sudah merasa aman itu. Kemudian bayangkan anda melayang keluar dari ruang sorot film, dan masuk kembali ke tubuh (Anda) yang duduk di kursi, bawa tubuh itu bersama Anda dan masuk ke dalam gambar akhir dalam film itu.
9. Begitu masuk kedalam gambar, sekarang ubah gambar film itu menjadi berwarna, dan secepat kilat diputar mundur film itu (rewind while play), sambil mulut Anda membunyikan seperti pita kaset yang diputar mundur tapi dalam kondisi play (suara seperti “weerwewrewrrwrrre rwewewewrwrwerw rweerwer”). Pertama kali lakukan dengan kecepatan 2 kali lebih cepat dengan kecepatan normal, kemudian ulang lagi dari akhir film menuju ke awal film dengan kecepatan 4 kali, lakukan lagi dalam kecepatan 8 kali dan akhirnya 16 kali. Semua sambil bersuara seperti kaset rewind cepat itu…
10. Selesai
Nah kegiatan diatas mungkin hanya memerlukan sekitar 30 menit saja, jika Anda berlatih sebaiknya lakukan untuk hal-hal ringan dulu sampai Anda menjadi lancar dan terbiasa. Baru dilakukan untuk hal-hal yang traumatic / phobia yang sebenarnya. Tentunya jauh lebih baik jika Anda dilatih secara langsung oleh orang yang sudah berpengalaman, atau Anda bisa memilih melalui pelatihan practitioner dulu.

Jika dibahas, sebenarnya pattern di atas merupakan kombinasi dari beberapa teknik NLP :
1. Double disassociation, atau meta-meta position.
2. Anchoring
3. Mengubah submodality scrambling dengan memutar mundur memori secara visual auditorial.

Itulah, suatu proses yang amat cepat dalam melakukan perubahan emosi/mental/jiwa dengan menggunakan pendekatan NLP. Pattern ini didasarkan pada suatu keyakinan bahwa jika dulu seseorang mendapatkan trauma/phobia dalam tempo singkat, tentunya mengubahnya kembali juga bisa singkat dong…

Proses di atas menunjukkan bahwa jika tahu caranya, maka kita akan lebih mudah mengarungi hidup ini, maka sering NLP disebut sebagai ilmu enabler, menjadikan sesuatu itu bisa dilakukan. Layaknya jika Anda membeli komputer, maka Anda memerlukan manualnya, agar seluruh kapasitas dan kapabilitas komputer itu bisa Anda pkai secara optimal.

Memang betul, otak kita jauh lebih hebat dari komputer, bahkan luar biasa. Kita hanya belum punya manualnya. Dan kabar baiknya adalah, ilmu NLP dikenal sebagai “User’s Manual For The Brain“. Di sini, sekarang menjadi mudah bagi Anda untuk memahami mengapa orang perlu ilmu NLP. Tentunya agar kapasitas dan kapabilitas komputer -yang bernama otak ini- bisa dioptimalkan dan tidak berjalan sesukanya sendiri….


source : rahasiaotak.com

Otak, Ilusi dan Sensasi

Pernahkah kita berpikir tentang otak kita? Mungkin sering kali kita tidak sadar bahwa ada suatu rahasia besar di balik kehebatan otak kita yang selama ini kita belum tahu. Bahkan para ilmuwan memasukkan pembahasan tentang otak dalam bahasan khusus, atau ada istilah brainnomi disejajarkan kandungan misterinya seperti dalam ilmu astronomi yang belum banyak rahasia terkuak. Apa rahasia di balik sebuah daging yang dibungkus kulit, di mana menempelnya pusat-pusat syaraf yang berhubungan dengan seluruh indera kita? Saya akan mencoba sedikit menguak rahasia otak kita yang telah diketahui para ilmuwan lewat tulisan ini.

Anda mungkin sudah sering mendengar kelainan seseorang, yang berputar masalah persepsi atau indera. Misalnya kelainan buta warna, phobia (ketakutan berlebihan terhadap sesuatu) atau mungkin sinesthesia, istilah yang terakhir ini mungkin jarang terdengar. Saya akan mencoba menerangkan singkat masing-masing kelainan ini, sebagai contoh sebelum saya menjelaskan kerja otak. Ketiga kelainan tersebut berkaitan dengan kerja otak kita? yang bekerja seperti komputer supaya kita mengerti mengapa kelainan itu bisa terjadi. Kelainan buta warna didefinisikan sebagai sebuah kesulitan seseorang untuk membedakan warna yang sangat berdekatan, misalnya merah dan jingga, atau hijau muda dan kuning. Ternyata semua itu terjadi di dalam otaknya, artinya di pusat penglihatan sel-sel syarafnya tak mampu menginterpretasikan warna itu. Lain halnya dalam kasus phobia bisa dibilang adalah kasus yang ekstrim, karena seseorang menderita ketakutan (kebanyakan terjadi karena trauma masa lalu) hanya karena hal-hal yang biasa saja, misalnya, takut hewan-hewan atau benda tertentu, takut ketinggian, tempat gelap, lorong panjang, dan sebagainya. Di mana yang menjadi masalah adalah peristiwa itu membuat seseorang menjadi “gila” dalam arti jantung berdebar-debar, berkeringat, menangis atau berteriak-teriak kesakitan atau bisa sesak napas dan kejadian-kejadian “aneh” lainnya. Semua itu terjadi akibat memori masa lalu yang dihadirkan kembali oleh otak penderita karena pikiran si penderita itu sendiri, yang menyebabkan si otak bekerja agar merasakan sensasi, rasa sakit, panas atau apapun, dan memerintahkan organ-organ lain bekerja seakan-akan dalam situasi ‘darurat’ sesungguhnya yang merupakan khayalan (tapi mungkin pernah dialami) si penderita, namun hal itu tetaplah nyata baginya, hingga dapat membahayakan diri si penderita jika dibiarkan.

Dalam kasus terakhir, yaitu kelainan sinesthesia, bukanlah kelainan yang membahayakan, bahkan mungkin bisa dianggap sebagai anugrah. Kelainan ini didefinisikan berupa tercampurnya persepsi panca indera, para sinesthesiker ibaratnya menangkap persepsi lingkungan lebih luas ketimbang orang normal. Misalnya, nasi putih rasanya kuning, atau sebuah komentar suatu masakan “rasa ayamnya kurang banyak titiknya”, atau angka lima kenyal seperti karet, hari senin warnanya biru. Francis Galton, seorang ilmuwan inggris melakukan penelitian kepada para sinesthesiker lalu menarik kesimpulan, bahwa bentuk sinesthesia yang paling umum adalah mendengar warna. Kesan yang ditimbulkan dari penerapan informasi (dalam otak), diolah dalam spektrum yang kemungkinan yang lebih lebar. Fenomena sinesthesia ini pernah diteliti lebih jauh di sekolah tinggi kedokteran Jerman. Dari penelitian itu, ditemukan kurva gelombang otak yang berbeda secara signifikan dengan kurva gelombang otak manusia normal. Di dalam otak pengidap sinesthesia, informasi dari luar ditafsirkan secara luas dan beraneka ragam, artinya ketika ada informasi dari panca indera?misalnya suara?tidak hanya diterima syaraf pusat pendengaran, tapi mungkin saja diterima juga oleh syaraf-syaraf pusat pengecapan atau peraba atau juga pusat penglihatan yang menginterpretasikan warna dan rasa sehingga orang bisa berkata makanan ini rasanya kuning, atau musik Iwan Fals terdengar lembek hijau, dan sebagainya. Persepsi yang multi dimensional ini, juga berfungsi sebagai acuan memori yang kuat. Contohnya komposer musik klasik terkemuka, Franz Liszt yang mengakui, melihat aneka warna jika ia membuat komposisi musiknya. Ahli fisika pemenang hadiah Nobel, Richard Feynman juga mampu merumuskan hitungan fisika yang sulit. Kuncinya, ternyata ia seorang sinesthesiker yang melihat warna-warni dalam persamaan yang dibuatnya. Yah menurut saya bagian ini sudah cukup sebagai contoh sedikit kehebatan yang bisa diperbuat oleh otak kita.

Kita sudah mengetahui cara kerja otak kita yang bekerja seperti sebuah super komputer yang rumit nan canggih, yang merekam informasi dari ‘dunia luar’ lalu diinterpretasikan oleh syaraf-syaraf pusat indera kita, tentang apa itu warna, rasa pengecapan, bau dan rasa keras, lembut, sakit, panas, kemudian diinformasikan kepada diri kita. Sehingga kita dapat merasai kehidupan dunia seperti sekarang ini dan juga termasuk alam mimpi yang nyata. Namun marilah coba pertajam pikiran logis kita dari fakta dan data di atas, bahwa sesungguhnya alam ini tidak mutlak seperti yang kita pikirkan selama ini, karena otak adalah ‘mesin komputer’ yang memiliki pusat persepsi indera-indera (pusat penglihatan seperti monitor, atau pusat pendengaran seperti speaker) untuk kita rasakan, yang dapat dimanipulasi. Paparannya tentang hal itu akan saya tulis di paragraf selanjutnya.

Saya mencoba menggunakan sebuah contoh, atau lebih ekstrim bisa disebut kasus ‘manipulasi’ otak. Bagaimana seandainya ada ilmuwan mencoba menciptakan seorang sinesthesiker buatan namun sangat ektrim? Mari kita lihat. Para ilmuwan telah sedikit banyak mengetahui segala sensasi rasa yang kita rasakan diatur dalam otak, contoh; inti ventromedial hipotalamus adalah bagian dari otak yang mengatur respon dan sensasi dari rasa lapar, kenyang, dan rangsangan seksual. Kemudian bila ada ilmuwan dengan peralatan canggih ‘mengalihkan’ sinyal-sinyal masukan yang menuju inti ventromedial hipotalamus itu ke pusat penginderaan rasa panas, dingin kemudian diparalelkan ke pusat penciuman dan pusat penginderaan warna! Apakah yang terjadi? Ilmuwan itu telah ‘membuat’ manusia pengidap sinesthesia ‘ekstrim’! Sinesthesiker itu tidak akan pernah merasakan rasa lapar, kenyang ataupun kenikmatan seksual! Yang terjadi adalah apabila ia selesai makan; mungkin dia berkata: “perutku rasanya panas kebiruan”, atau “perutku terasa bau busuk hijau”, begitu juga ketika ia lapar atau mendapat rangsangan seksual. Namun ada satu hal penting yaitu: ilmuwan itu tidak perlu menggunakan materi sesungguhnya untuk mendapatkan sensasi rasa tersebut! Dia hanya perlu memberi input sinyal-sinyal listrik dari luar?seperti mendapat rangsangan sesungguhnya?ke pusat-pusat pengindraan, sehingga si sinesthesiker benar-benar merasakan sensasi rasa tersebut. Jadi memang benar bahwa sensasi rasa adalah sesuatu yang relatif, tergantung di otak kita. Inilah kira-kira contoh yang bisa saya berikan untuk menjelaskan bahwa otak adalah mesin pembuat sensasi yang bisa dimanipulasi tanpa keberadaan mutlak rangsangan obyek materi.

Apa yang bisa kita simpulkan dari penjelasan di atas adalah bahwa dunia yang kita rasakan ini adalah sebuah kerelatifan semata. Karena ‘dunia luar’ ada hanya sebatas kemampuan indera dan otak kita. Dan ternyata otakpun dapat dimanipulasi, seperti kejadian mimpi dan kasus kelainan otak lain, yang membuat ‘dunia lain’, sebagaimana anjing yang diteliti ilmuwan, hanya mampu melihat warna dari tingkatan putih, abu-abu, dan hitam, namun memiliki ‘sensor’ penciuman yang tajam, begitu pula hewan yang lain memiliki ‘dunia yang berbeda’. Artinya, dari semua kerelatifan ini semua hakikatnya adalah ilusi (namun tidak berarti materi tidak ada)!

Semuanya hanya ada dalam wilayah perasaan dan ilusi. Keberadaan jagad ini juga dalam wilayah perasaan dan ilusi, dan bukan materi. Dalam kenyataannya, tidak ada sesuatupun di luar sana dan orang2 yang melekat kepada ilusi akan menjadi seperti orang yang terjebak dalam fatamorgana yang akan berakhir...cepat maupun lambat

sumber : rahasiaotak.com (dengan perubahan sedikit2nya dan seperlu2nya...hahaha)

Meramal Masa Depan dengan Otak Anda!

Otak mampu untuk ‘meramal’ masa depan. Penjelasan dibawah ini merupakan teori ilmiah bahwa ternyata manusia memiliki fasilitas untuk meramal apa yang terjadi di masa datang.

Para pakar neurologi untuk pertama kalinya telah berhasil mengidentifikasi area-area dari otak yang berperan dalam ‘meramal’ kejadian-kejadian di masa depan. Dengan menggunakan teknologi pencitraan otak, para pakar dari Washington University St. Louis menemukan bahwa pada saat manusia membayangkan kejadian masa depan, area otak yang digunakan adalah area yang sama dengan area untuk mengingat kejadian yang terjadi di masa lalu. Hal ini berarti bahwa sepertinya otak berusaha untuk membayangkan kejadian yang akan datang berdasarkan pengalaman-pengalaman yang telah terjadi di masa lalu yang memiliki kemiripan.

Walaupun hal ini tidak menghasilkan suatu aplikasi yang bersifat praktis, setidaknya menunjukkan bahwa orang-orang yang dapat mengingat dengan jelas kejadian-kejadian di masa lalu memiliki kemampuan untuk membayangkan masa depan mereka lebih baik dibandingkan dengan orang-orang yang memiliki daya ingat yang buruk, sebagai contoh penderita amnesia.

Adalah para pakar; Karl Szpunar, Jason Watson dan Kathleen McDermott, yang ketiganya melakukan pengukuran aktivitas otak para partisipan dengan menggunakan MRI : Magnetic Resonance Imaging. Para peneliti menginstruksikan para partisipan untuk mengingat satu kejadian di masa lalu dan kemudian membayangkan kejadian yang mirip dan akan terjadi di masa mendatang. Dalam riset tersebut, para partisipan tersebut diminta untuk membayangkan pesta ulang tahunnya di masa lalu dan kemudian membayangkan pesta ulang tahunnya yang akan datang. Karena orang-orang yang berada dalam scanner MRI tersebut cenderung untuk mengikutsertakan berbagai macam aspek pribadi kehidupan masing-masing, para pakar menginstruksikan juga untuk membayangkan kejadian yang tidak berhubungan dengan mereka. Mereka diminta untuk membayangkan pesta ulang tahun Bill Clinton yang akan datang.

Dari rangkaian proses tersebut, dapat diamati area-area otak mana saja yang ikut berperan dalam masing-masing skenario. Area-area yang digunakan di hampir semua aktivitas, seperti bernafas, melihat, dan sebagainya, dihilangkan untuk kemudian diperoleh area-area yang hanya digunakan untuk aktivitas tertentu. Ditemukan bahwa terdapat delapan area berbeda di otak yang berperan dalam aktivitas membayangkan kejadian di masa yang akan datang, termasuk area Brodmann, medial posterior parietal coretex dan posterior cerebellum. Diketahui juga bahwa 15 area tambahan digunakan saat otak mengingat kejadian masa lalu atau membayangkan kejadian masa depan.

Hal ini membawa ke suatu kesimpulan “bahwa untuk menghasilkan bayangan kejadian di masa yang akan datang, manusia mengaktifkan ingatan masa lalunya”. Para pakar tersebut mempublikasikan hal ini ke dalam suatu paper yang diterbitkan online pada 1 Januari 2007 kemarin dengan judul Proceedings of the National Academy of Science USA.

Kuisioner yang dilakukan setelah para partisipan melakukan percobaan tersebut juga menunjukkan bahwa mereka cenderung untuk membayangkan kejadian yang akan datang dengan hal-hal yang sudah mereka kenal sebelumnya. Dengan kata lain, untuk membayangkan masa depan, kita mengingat masa lalu dan kemudian menempatkannya dalam konteks masa depan. Szpunar juga mengimbuhkan bahwa sebelumnya telah ada riset intensif selama berabad-abad untuk meneliti bagaimana otak bekerja untuk mengingat kejadian masa lalu, akan tetapi sedikit sekali yang mengamati proses membayangkan kejadian di masa mendatang.

Sumber: www.cempari.com (tapi co-pasnya mah teuteup dari rahasiaotak.com...hahaha)

"The Secret", "Law of Attraction", and I Prefer to Call It as "Power of Faith"

Mungkin anda sudah membaca buku best seller “The Secret” dan anda sudah banyak mempelajari mengenai Law of Attraction atau Hukum Atraksi atau Hukum Tarik Menarik yang merupakan inti dari buku itu.

Hukum atraksi secara sederhana kurang lebih menyatakan bahwa apapun yang kita pikirkan akan tertarik dalam kehidupan kita. Individu masing-masing akan mengalami pengalaman mental dan fisik yang berhubungan dengan pikiran, kata, perasaan dan aksi mereka masing-masing yang dominan, sehingga setiap individu dapat mengontrol realitas yang akan mereka temukan dalam kehidupan dengan pikiran mereka sendiri.

Prinsipnya adalah bahwa pikiran anda baik itu conscious/sadar atau subconscious/bawah sadar, kepercayaan, emosi dan aksi anda akan menarik realita atau pengalaman positif-negatif kedalam kehidupan anda.

Banyak sekali definisi dan cara manifestasi dari Law of Attraction yang dapat ditemukan dari berbagai sumber seperti misalnya :
1. Bahwa pikiran positif akan menarik hal yang positif dan sebaliknya.
2. Bahwa kekuatan atraksi adalah hasil dari kekuatan kreatif dari alam semesta.
3. Bahwa apa yang anda pikirkan, anda akan dapatkan.
4. Bahwa dengan kekuatan atraksilah yang menyebabkan terciptanya semua yang ada di alam semesta.
5. Bahwa anda akan menarik apa saja yang anda pikirkan dan fokuskan.
6. Bahwa bila anda berpikir dan fokus pada kebahagiaan, maka kebahagiaan akan datang dalam hidup anda.
7. Bahwa mengisi pikiran dengan kesusahan, penderitaan akan menarik kejadian itu dalam kehidupan.
8. Bahwa bila anda ingin sukses, jangan sekali-kali ada keraguan akan kegagalan timbul dipikiran anda, karena kegagalanlah yang akan muncul.
9. Bahwa diperlukan bukan saja pikiran, tapi juga hasrat besar akan keinginan itu agar termanifestasi.
10. Bahwa apa yang anda pikirkan telah terjadi dan terima saja kapan datangnya.
11. Bahwa pikiran andalah yang menentukan kehidupan anda.
12. Bahwa pikiran-pikiran yang diinginkan harus selalu diulang, ditambah dengan hasrat, perasaan agar termanifestasi.
13. Bahwa pikiran itu adalah magnit.
14. Bahwa energi menarik energi yang sama.
15. Bahwa Law of Attraction terus terjadi dalam setiap saat kehidupan kita.
16. Dan sebagainya.

Konsep dari Law of Attraction adalah bukan barang baru. Ia telah digunakan oleh banyak orang sukses dalam kehidupan mereka selama ini.

Juga banyak buku yang menulis mengenai pengembangan diri, sebenarnya berlandaskan hukum ini. Hanya saja mereka membuat variasi yang begitu bermacam sehingga menjadi best seller dalam masing-masing kategori yang mereka pilih.

Menurut Wikipedia buku pertama paling berpengaruh di jaman modern ini adalah “As a Man Thinketh” oleh James Allen (1864 – 1912), yang dipublikasi pada tahun 1902. Walaupun dibuku ini tidak ada kalimat Law of Attraction, tapi dalam banyak hal ia telah menerangkan prinsip-prinsipnya secara detail dan jelas.

Buku inilah yang menjadi pintu pembuka bagi buku-buku sukses lainnya mengenai Law of Attraction. Salah satunya adalah bukunya William Walker Atkinson (1862 – 1932), yang menggunakan kalimat Law of Attraction, dalam buku berjudul ” Thought Vibration or the Law of Attraction in the Thought World”. Demikian juga buku dan film DVD “The Secret”.

Apakah Law of Attraction benar atau memang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari? atau hanya kebohongan belaka? seperti pertanyaan talk show host Larry King dari CNN, yang menunjuk penderitaan di dunia, bahwa apabila alam semesta dapat memberi kelimpahan hanya dengan hanya berpikir benar, mengapa tetap saja ada kemiskinan, penderitaan dan kematian?

Yang jelas, hukum ini adalah salah satu dari HUKUM ALAM SEMESTA.

Hukum yang juga dikenal sebagai Universal Law, banyak dibahas dalam berbagai buku, seminar atau di internet.

Universal Law mempunyai banyak sekali hukum, dengan berbagai variasinya dan semua hukum ini mutlak dan tidak dapat berdiri sendiri. Jadi Hukum Atraksi pun dengan sendirinya juga harus tunduk atau mengikuti hukum lainnya di alam semesta.

Ia akan termanifestasi bila hukum-hukum lainnya yang berkaitan dengannya juga dijalankan.

Banyak orang yang frustasi dengan buku The Secret dengan Law of Attractionnya, karena memang hukum itu tidak semudah seperti yang diuraikan dalam buku itu.

Tapi perlu diketahui bahwa bukan buku itu atau Law of Attraction yang salah, mungkin pengertian kita saja yang belum lengkap untuk memanifestasikan apa yang diinginkan.

Pertama kita, harus memahami dahulu konsep dan fungsi dari Hukum Alam Semesta yang merupakan induk dari Law of Attraction bila kita ingin mengerti dengan benar mengenai hukum atraksi itu sendiri.

Jadi, apa itu Universal Law?

Universal adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan universe atau alam semesta.
Law adalah hukum….:-)
Jadi Universal Law adalah hukum atau aturan yang berlaku di alam semesta.

Apa hubungannya dengan kita?

Selain hukum-hukum yang telah kita kenal selama ini, adalah perlu bagi kita untuk mengenal juga hukum alam semesta untuk pengembangan diri kita seutuhnya.

Kita yang berada dialam semesta harus mempelajari dan menerapkan hukum ini.

Hukum ini adalah aturan bermain dalam kehidupan, dan aturan ini ada agar kita dapat bermain dengan baik sesuai dengan hukum itu. Dengan bermain baik kita akan mengerti dan memahami makna dari kehidupan dan selanjutnya menjalankan kehidupan dengan lebih baik. Hukum ini dapat diterapkan dengan baik jika kita mau belajar untuk memahaminya.

sumber: Sumpah Palapa.com, tapi co-pas nya sih dari rahasiaotak.com juga...hehehe...Thanks yah, om ed! hahaha

Buat yang baca artikel ini : percaya aja deh semua ini bisa terwujud, gue aja sering banget kok kejadian terwujudnya...hahaha

Orang Lain Menyebalkan? Ubah Dia atau Ubah Pandangan Anda!

Kita sering mendengar orang mengatakan bahwa hidup kita adalah kenyataan yang kita ciptakan di pikiran. Benarkah? Emosi dan pikiran kita seperti roll film yang berputar 24 jam sehari menayangkan cerita yang kita buat sendiri. Kita sebagai sutradara, sekaligus pemeran utama, menciptakan kenyataan yang melibatkan orang-orang dan situasi di sekeliling kita. Lantas, apakah mungkin secara sadar kita mengubah sikap orang lain melalui pemikiran dan emosi kita?

Mari kita bahas hal ini melalui aplikasi hukum atraksi atau Law of Attraction.

Pertama, yang ingin kita pahami adalah kita bisa mengubah sikap orang lain melalui persepsi kita sendiri. Contohnya, apabila Anda mempunyai rekan kerja yang suka marah-marah dan tidak bisa diajak kerjasama, kemungkinan besar Anda ingin mengubah perilakunya sehingga suasana kerja Anda bisa menyenangkan.

Satu hal yang ingin Anda ingat adalah setiap orang dan kejadian yang melintas dalam kehidupan Anda merupakan gambaran dari pikiran dan emosi Anda. Secara sadar ataupun tidak, Anda menarik mereka melalui pemikiran yang berjalan terus menerus, baik itu berupa pemikiran saat ini (present) ataupun pemikiran masa lalu (past).

Anda tidak perlu mencari tahu tepatnya kapan atau mengapa rekan kerja Anda yang menyebalkan ini termanifestasi dalam kenyataan. Hal ini sudah terjadi dan Anda menjadi sadar untuk mengubah kenyataan dengan mengganti persepsi dalam diri Anda sendiri.

Membayang-bayangkan rekan kerja Anda ini tiba-tiba berubah menjadi manis sikapnya tentunya tidak akan menyelesaikan masalah. Anda ingin mengubah sikap seseorang melalui kenyataan yang Anda ciptakan. Melalui teknik visualisasi Anda bisa mengubah persepsi tentang orang ini dalam kehidupan Anda.

Caranya?

Anda akan praktekkan teknik visualisasi disini. Ada beberapa langkah yang Anda bisa ikuti dan yang paling penting adalah rileks, tenang, dan nyaman dalam melakukannya:
1. Cari tempat yang nyaman dan tidak ada gangguan.
2. Anda bisa berbaring atau duduk dengan tenang
3. Tutup mata dan tarik nafas pelan-pelan
4. Anda rileks dan pikiran Anda nyaman.
5. Semakin rileks dan Anda masuk lebih dalam ke visualisation mode.
6. Disini Anda fokus ke solusi yang Anda ingin dapatkan, bukan konsentrasi ke masalah yang sedang terjadi.
7. Visualisasikan diri Anda berada ditempat kerja bersama rekan Anda itu. Sambil mengerjakan tugas bersama dan menikmati kebersamaan. Lakukan ini di present moment.
8. Buat visualisasi ini senyata mungkin. Lengkap dengan perasaan Anda disertai gambar-gambar dan suara-suara.
9. Anda bisa tersenyum atau bahkan tertawa. Lakukan ini semua di present moment.

Esoknya setelah Anda kembali ke tempat kerja, Anda tetap membawa suasana yang Anda ciptakan di saat visualisasi. Jangan bereaksi apabila rekan kerja Anda mulai menampakan sikap-sikap menyebalkan. Anda tetap fokus dan selalu berada di present moment. Kenapa? Karena apabila Anda bereaksi maka Anda secara otomatis fokus ke ”apa yang Anda tidak mau”. Apabila Anda kesulitan untuk “memanggil” gambar dari visualisasi, Anda masuk ke neutral mode. Artinya Anda tidak marah dan juga tidak antusias berlebihan. Anda ingin energi Anda tetap tersimpan dan tidak bocor sehingga Anda berada dalam harmoni dengan alam semesta.

Hasilnya?

Ada dua kemungkinan. Pertama, rekan kerja Anda akan menyadari kesalahan dalam berkomunikasi dan melakukan perbaikan atau bahkan dia bisa menjadi sahabat Anda. Kemungkinan yang kedua adalah emosi Anda terhadap dia menjadi netral. Artinya Anda tidak perduli lagi dengan sikap apapun yang dia lakukan. Gambar dia dalam film Anda menjadi buram atau bahkan hilang sama sekali.

Manusia, sebagai energi, selalu bergetar atau bervibrasi. Getaran ini memiliki tingkatan atau rate. Semua orang yang hadir dalam film kehidupan kita bervibrasi dalam rate yang sesuai. Apabila rekan kerja Anda tidak bervibrasi dengan rate yang sesuai, maka dia akan meninggalkan realitas Anda. Bentuknya bisa macam-macam, entah dia menjadi tidak punya peran lagi dalam hidup Anda atau ada kemungkinan dia keluar dari pekerjaannya.

Ketika Anda fokus ke solusi dan Anda tahu bahwa itu akan terjadi, Anda tidak ingin membuang energi untuk hal-hal yang negatif tentang rekan kerja Anda ini. Alam semesta akan membawa apa saja yang Anda fokuskan, tanpa kecuali.

Apapun yang Anda lalukan melalui Law of Attraction akan membawa hasil yang Anda inginkan atau bahkan lebih baik. Alam semesta bekerja dengan prinsip ini. Fokus dengan kedamaian dan konsentrasi di present moment akan membawa rasa syukur, suka cita, dan Anda akan memperoleh itu semua dalam kenyataan yang Anda ciptakan.

Author: Al Falaq Arsendatama kunjungi website beliau di: http://www.creative-life-coaching.com/
Source: pengembangandiri.com, artikel asli berjudul: Mengubah Sikap Orang Lain dengan Hukum Atraksi dan kembali di co-pas dari rahasiaotak.com secara "diam2" oleh BePe...hehehe

Brainwaves Menghilangkan Stress

Pernahkah Anda mengalami bencana yang datang beruntun dalam satu hari. Sebagai contoh, ketika Anda harus memberikan presentasi penting bagi kemajuan karier, tiba-tiba datang telepon dari rumah yang mengabarkan bahwa anak Anda yang masih kecil dilarikan ke rumah sakit karena mendadak badannya panas tinggi.

Lalu ketika berusaha menenangkan diri dengan meneguk secangkir kopi, tanpa sengaja tangan tersenggol pinggiran meja sehingga sebagian kopi tumpah ke baju.

Bisa juga saat itu Anda sedang berkonsentrasi penuh karena sedang menghadapi deadline pekerjaan. Tiba-tiba datang teman atau kerabat yang butuh pertolongan segera, atau ada berita menyedihkan yang datang dari orang yang paling kita sayangi. Tapi mungkin juga, kita memang selalu dikelilingi oleh orang-orang yang “berbakat” mengubah suasana kerja atau suasana rumah menjadi tidak menyenangkan.

Di saat muncul banyak masalah, baik di kantor maupun di rumah, kita cenderung bereaksi dengan panik dan memunculkan emosi negatif. Padahal kepanikan justru membuat kita semakin sulit berkonsentrasi. Jika konsentrasi buyar, kita menjadi semakin cemas.

Apa yang bisa dilakukan dalam kondisi demikian? Sebenarnya hal-hal semacam itu akan lebih mudah diatasi kalau kita memahami cara bekerjanya otak. Kita perlu memiliki ketrampilan mengendalikan gelombang otak yang bisa memudahkan kita menenangkan diri di saat panik.

Dengan memahami posisi gelombang otak, kita bisa mengatur mood sehingga selalu merasa bahagia, juga sukses dengan setiap hal yang kita lakukan.

Untuk mencapai kebahagiaan lewat kendali gelombang otak, kita bisa belajar dari anak-anak. Pernahkah Anda memperhatikan anak-anak ketika sedang bermain dengan teman-temannya? Lihatlah betapa mudahnya mereka tertawa bahagia. Meskipun mungkin baru saja saling mencakar dan sama-sama menangis, tapi beberapa menit kemudian mereka seolah sudah melupakan tangisan dan sudah kembali bermain bersama dengan kompaknya.

Menurut Erbe Sentanu dari Katahani Institute, hal itu karena anak-anak masih mudah menyetel gelombang otaknya memasuki frekuensi alpha-theta. Frekuensi alpha-theta ini normalnya kita alami ketika sedang rileks, melamun dan berimajinasi. Berbeda dengan kondisi beta yang dominan ketika kita dalam kondisi sadar sepenuhnya dan lebih banyak menggunakan akal pikiran.

Memasuki frekuensi alpha-theta itu sebenarnya merupakan ketrampilan manusia yang alami. Namun, ketika mulai sekolah, kita dikondisikan menyetel gelombang otak yang dominan beta. Jadi, begitu menjadi orang dewasa , keterampilan memasuki kondisi alpha-theta itu hilang.

Apalagi tuntutan kehidupan modern membuat pikiran orang terfokus untuk bekerja keras demi tuntutan materi dan kehidupan yang konsumtif meskipun terpaksa mengurangi waktu tidur dan istirahat. Padahal saat tidur manusia seharusnya merasakan keempat frekuensi. Dari frekuensi beta di mana kita dalam kesadaran penuh, gelombang otak turun ke alpha ketika kedua mata tertutup, lalu masuk ke theta, dan akhirnya ke delta saat kita tertidur pulas tanpa mimpi. Karena waktu tidur kurang, maka kita cenderung kurang mengalami kondisi alpha-theta, akibatnya kita makin mudah stres.

Alfa-Theta, membuat tenang, bahagia dan kreatif. Kemampuan untuk secara temporer mengubah kesadaran diri satu frekuensi ke frekuensi yang lain adalah keterampilan yang sangat penting, karena efeknya akan membantu menyeimbangkan otak, hati, dan jiwa. Keterampilan itu membuat seseorang menjadi pandai membaca situasi dan pandai menempatkan diri dalam suasana apapun sehingga seolah-olah sellau berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat. Tentunya hal itu sangat penting untuk mendaki tangga kesuksesan dan mencapai kebahagiaan.

Ketika masalah berdatangan dan mulai merasa stres, itulah saat yang tepat untuk mulai rileks,menurunkan vibrasi otak dan memasuki frekuensi alpha-theta. Begitu juga ketika pekerjaan kita membutuhkan pikiran-pikiran kreatif. Memasuki kedua frekuensi itu akan membantu memunculkan inspirasi yang kita butuhkan.

Menarik lagi, kedua frekuensi tersebut juga merupakan pintu gerbang menuju pikiran bawah sadar yang dibutuhkan untuk melakukan self hypnosis, mendapatkan intuisi dan melakukan
penyembuhan. Masalahnya bagaimana caranya memasuki frekuensi alpha-theta dengan cepat?

Sebenarnya usaha untuk memasuki level alpha-theta secara sadar telah dilakukan orang sejak lama, yaitu dengan kebiasaan berdzikir yang membuat doa makin khusyuk, latihan-latihan meditasi, yoga, atau taichi.

Latihan-latihan itu bisa sangat membantu meningkatkan kemampuan kita untuk mengubah kesadaran otak. Para penyembuh yang menggunakan energi dan tenaga dalam, karena tuntutan pekerjaannya umumnya telah menuai ketrampilan ini secara otomatis.

Menurut Erbe Sentanu, selain cara-cara tersebut, otak juga bisa dilatih dengan teknologi audio yang disebutnya digital prayer. Teknologi berupa CD ini berisi bunyi-bunyian yang menimbulkan gelombang tertentu yang dengan mudah akan diterima otak.

Caranya yaitu dengan melakukan entrainment. Yaitu istilah yang digunakan untuk melatih belahan otak kiri dan otak kanan agar mau bekerja sama dengan baik. Otak dengan tingkat kerjasama yang tinggi, umumnya akan membuat orang melihat kehidupan dengan lebih objektif, tanpa ketakitan dan kecemasan.

Selain lebih mudah memasuki kondisi khusuk atau rileks yang dalam, juga memiliki kemampuan memfokuskan konsentrasi yang lebih baik. Selain itu karena kondisinya lebih sinkron dan seirama, otak akan mengeluarkan senyawa kimia penyebab rasa nyaman dan nikmat dalam jumlah besar sehingga terjadi relaksasi secara alami. Nampaknya mereka yang tidak terbiasa dengan latihan-latihan meditasi, yoga, tai chi, dan lainnya cara ini bisa membantu.

source : darimana lagi selain bukan dari rahasiaotak.com? hahaha

A Little bout Brainwaves

Ketika kita berpikir, merenung, berdoa atau apa pun juga aktivitas batiniah, dalam otak kita sedang berlangsung suatu proses psikodinamika , yg menghasilkan gelombang elektromagnetik, nah gelombang tersebut bisa terpancar keluar, bisa menimbulkan resonansi pada orang lain.

Ada beberapa macam gelombang otak yg didasarkan pada tingkatan konsentrasi atau focus pikiran kita sendiri atau kondisi fisik kita ;
• Beta 14 – 100 hertz – saat berpikir keras (menghitung atau saat stress)
• Alpha 8 – 13,9 Hz – alam bawah sadar, imajinasi dan relaksasi
• Tetha 4 – 7,9 Hz - intuisi
• Delta 0,1 – 3,9 Hz – saat tidur

Yang paling kuat resonansinya, adalah gelombang otak Alpha dan tetha, namun paling susah juga untuk bisa kita bangkitkan , dibanding gelombang beta yg kita gunakan saat berpikir sehari hari , sebagaimana hal nya susah utk berkonsentrasi. Lontaran gelombang otak Alpha dan Tetha dari pikiran kita lah yg akan menyebar ke luar, sehingga menggerakkan orang lain melakukan hal yg kita harapkan.

Bagaikan resonansi gelombang gitar yg bila sama getaran nya , akan menimbulkan resonansi bunyi pada alat musik lain nya. Begitu pula orang yang saling jatuh cinta , pandangan mata atau bahkan text sms sekalipun ,bisa menimbulkan resonansi rasa kasmaran pada yg lain nya. Hal yg sama berlaku juga antara ibu dan anak , bila seorang anak menangis, ibu nya yg walau berada di tempat yg jauh, akan merasakan resonansi rasa gelisah dari tangisan anak nya tersebut.

Hal yang sama berlaku pula bila kita berdoa dg khusuk dan berkonsentrasi. Doa si saat yg khusus seperti saat dini hari , akan bernilai tinggi, karena kuat pancaran gelombangnya ( gelombang alpha dan tetha saat doa dengan penuh penghayatan). Aktivitas batin yang bernilai tinggi secara transedental , memberi dampak yg positif pula bagi mereka yg melakukannya, yg tercermin pada perilaku sehari hari nya. ( dampak ibadah pada perubahan positif perilaku seseorang atau meditasi pada sebagian yg lain )

Contoh lain , misalnya kita pergi ke tempat keramaian seperti terminal atau mall, bila dalam otak kita telah tertanam ketakutan akan kecopetan,jambret, penodong dll, maka gelombang ketakutan tersebut akan menyebar ke luar, sampai pula ke para pencopet /penodong , yg akan membuat mereka tergerak utk melakukan kejahatan pada kita.

Tapi bila sebaliknya , kita berpikiran tenang dan positif, orang2 di tempat rawan tsb sebagai orang2 baik dan tak akan melakukan kejahatan pada kita, ditambah dengan doa,maka akan tersebar gelombang otak positif , yang akan sampai pula kepada para pelaku kejahatan tersebut dan memberikan sinyal positif yg akan menutupi niat2 jahat yg timbul pada otak mereka , sehingga kita bisa aman2 saja bila lewat ke daerah2 rawan tsb.

Pancaran resonansi gelombang otak ataupun juga perasaan dari seseorang bisa terlihat pada sorot mata atau wajah seseorang. Karena itu kita sering mengalami bila bertemu dengan seseorang yang baru, kok rasanya akrab dan ramah, atau malah sebaliknya, baru bertemu, lihat wajah nya kok nggak nyaman saja rasa nya. Itu menandakan pancaran resonansi gelombang otak yg kita terima, berbeda beda tergantung dari orang nya. Pancaran resonansi dari seorang manusia bisa bersifat positif atau negatif. Pancaran resonansi positif akan memberikan kenyamanan pada kita yg menerima nya yang akan menentukan juga persepsi kita terhadap orang tersebut.

Hal yang sama bisa terjadi pada orang lain saat bertemu dengan kita, bila kita selalu positive thinking, jiwa tenang dan hati yg tulus, orang lain pun akan merasakan kenyamanan saat bertemu kita, begitu pula kalau sebaliknya, kalau pikiran kita penuh negative thinking, hati yg gelisah, marah dan sebagainya, akan mengeluarkan sinyal gelombang yg negatif pula, sehingga membuat orang lain tak nyaman karena nya.

Sorot mata adalah salah satu bentuk tampilan dari sinyal gelombang otak kita. Pada hewan yang bermain dengan instink hal tersebut akan lebih terasa, hewan bisa memahami yang lain nya berdasar sorot matanya. Contoh sederhana kalau kita bertemu dengan anjing, lihatlah sorot matanya, kalau kita takut, anjing tersebut akan merasakan ketakutan kita, dan ia akan menyalak tambah keras atau mengejar kita. Tapi bila kita yakin, percaya diri dan berani, anjing akan bisa “membaca” juga, dan bila sorot mata kita lebih kuat, anjing tersebut akan jadi jinak atau lari. Demikianlah salah satu cara pawang binatang buas menjinakkan hewan peliharaan nya dengan beradu sorot mata, yg sebenarnya ialah menyampaikan pesan dari resonansi gelombang otak nya.

Kisah orang yg jatuh cinta pada pandangan pertama, adalah salah satu bentuk resonansi getaran jiwa yang terpancar dari sorot mata. Ingatlah saat kita muda, betapa saat kita bertemu pandang secara tidak sengaja dengan seseorang (pria-wanita), kok tiba2 hati ini bergetar dan sangat terkesan dengan pandangan pertama tersebut. Resonansi gelombang rasa cinta yang terpancar dari sorot mata, akan kita terima dengan perasaan khusus, yang kemudian akan turun ke perasaan kita. Bila terjadi dua arah itu menandakan ada kesesuaian frekuensi jiwa antara kedua orang tersebut.

source : rahasiaotak.com (I like this blog! hahaha)

Pemrograman Diri

Semua orang yang sehat lahir dan batinnya pasti ingin memperbaiki diri dalam setiap aspek. Baik itu menjadi lebih percaya diri, lebih menarik, lebih sabar dan lain lain. Tapi apakah kegiatan ini sulit dilakukan? Sobat, apakah mungkin ada kegiatan self development tanpa usaha apapun (baca: usaha minimal) dari pihak kita?

Kegiatan self development yang paling sederhana dan tidak memakan biaya sama sekali adalah dengan autosuggestion yang diperkenalkan oleh seorang Pakar hipnosis dari Perancis bernama Emily Cue pada tahun 1920. Emily mengajarkan teknik ini pada pasien-pasiennya. Sebelum tidur dan ketika bangun pagi mereka diminta untuk mengucapkan kata-kata tertentu berulang-ulang. Kata-kata yang diucapkan antara lain adalah: ‘Im getting better and better everyday‘ (saya bertambah baik setiap harinya). Jadi autosuggestion adalah metode pengucapan pernyataan atau afirmasi positif secara berulang-ulang kepada diri sendiri. Metode ini juga disebut sebagai self-hypnosis.

Tahukah sobat jika kita sering mengucapkan afirmasi pada diri sendiri? Tapi pernahkah sobat mengevaluasi afirmasi macam apa yang sobat ucapkan ke diri sobat? Misalnya ketika dihadapkan pada situasi sulit, apa yang sobat katakan di dalam benak? Apa sobat optimis dan mengatakan hal-hal yang membesarkan hati ? ataukah sebaliknya, sobat malah mengeluh dan menganggap kesialan hidup mendatangi sobat? Nah dengan terbiasa berafirmasi positif maka pelan-pelan sobat memrogram pikiran bawah sadar dengan hal-hal yang positif dan nantinya akan sangat berpengaruh pada pada pemikiran, tindakan, perbuatan, sistem nilai dan belief systemmu sob.

Meski sederhana dan murah namun autosugestion juga mempunyai kekurangan. Kekurangan ini terletak pada bagaimana kondisi belief system yang sekarang mendominasi seseorang. Jika sobat mengucapkan sebuah afirmasi (misal: tentang kondisi ideal yang ingin sobat capai di masa depan) namun isi dari afirmasi tersebut bertentangan dengan kondisi yang saat ini sobat alami, maka pikiran sadar sobat akan menggali informasi dari pikiran bawah sadar, menganalisa afirmasi tersebut dan membandingkannya dengan informasi tentang kondisi sobat ssaat ini. Belief system sobat akan menolak afirmasi tersebut biarpun sobat telah mengucapkannya ribuan kali. Diperlukan effort yang besar dari pihak sobat agar afirmasi tersebut dapat menetap dan menggantikan informasi lama di pikiran bawah sadar. Nah, apakah ada cara lain untuk mengatasi kesulitan ini?

Ya dan subliminal adalah jawabannya. Subliminal adalah pesan atau sinyal yang didesain agar tidak dikenal oleh pikiran sadar namun ia terbaca dan disimpan oleh pikiran bawah sadar. Desain ini untuk mencegah agar pikiran sadar manusia tidak punya kesempatan mengolah dan menganalisa pesan/sinyal tersebut. Pikiran sadar mempunyai kecenderungan untuk menyortir semua informasi yang masuk dan persepsi manusia antara lain dibentuk oleh informasi dan data tersebut. Apabila pikiran sadar menolak informasi tertentu maka informasi itu tidak menjadi bagian dari persepsi kita. Namun jika informasi itu diterima oleh pikiran sadar, ia akan disimpan di pikiran bawah sadar dan dikemudian hari akan sangat berpengaruh pada pemikiran, tindakan, perbuatan, sistem nilai dan belief system seorang manusia.

Ada 2 macam subliminal yang penggunaannya cukup dikenal yaitu:
• dengan suara
• dengan teks

Pada dekade 1950-an seorang pakar pemasaran bernama James Vicary melakukan percobaan subliminal advertising di sebuah bioskop. Ia memasukkan subliminal frame yang mengandung kata-kata “Minumlah blablabla” dan “Belilah popcorn blablabla” di dalam film yang sedang diputar. Frame ini bergerak sedemikian cepat sehingga penonton tidak melihat tulisan tersebut di layar bioskop. Selama 1 jam lebih mereka terpapar oleh teks subliminal tersebut. Hasilnya: penjualan minuman ringan merek tertentu naik 18 persen dan penjualan popcorn meroket sampai 50 persen. Subliminal advertising ini amat efektif sehingga di negara-negara maju penggunaannya diawasi dengan ketat.

Dari artikel ini Sobat mengetahui bagaimana teknologi subliminal bekerja. Mulai sekarang jagalah selalu pikiran dan kata-kata sobat ke arah positif agar perbuatan dan tindakan sobat selalu mengarah ke arah yang positif juga. Carilah pertemanan dengan orang-orang yang ‘positif’ dan jauhilah orang-orang yang mentalnya ‘negatif’ (sering berkeluh kesah, marah-marah, emosi tidak terkendali, dll). Namun sering juga kita tidak dapat menghindari mereka karena mereka adalah bagian dari ritme hidup kita. Jadi cara terbaik yang bisa kita lakukan adalah menjadikan diri kita secara mental sangat kuat berakar dalam hal-hal yang baik sehingga negativitas dari orang-orang tersebut tidak berdampak pada mental kita. Jangan lupa untuk selalu memohon bantuan dan perlindungan Yang Maha Kuasa agar program self development sobat berjalan dengan sukses sehingga akhirnya orang-orang bermental ‘negatif’ di sekitar sobat lalu terinspirasi dengan keberhasilan sobat.

source : rahasiaotak.com (thank you, sob! Om Ed baik banget dah, rela blog-nya dibajak...hehehe)

Pengorbanan Tulus Yang Seringkali Kita Lupakan

Jalannya sudah tertatih-tatih, karena usianya sudah lebih dari 70 tahun, sehingga kalau tidak perlu sekali, jarang ia bisa dan mau keluar rumah. Walaupun ia mempunyai seorang anak perempuan, ia harus tinggal di rumah jompo, karena kehadirannya tidak diinginkan. Masih teringat olehnya, betapa berat penderitaannya ketika akan melahirkan putrinya tersebut. Ayah dari anak tersebut minggat setelah menghamilinya tanpa mau bertanggung jawab atas perbuatannya. Di samping itu keluarganya menuntut agar ia menggugurkan bayi yang belum dilahirkan, karena keluarganya merasa malu mempunyai seorang putri yang hamil sebelum nikah, tetapi ia tetap mempertahankannya, oleh sebab itu ia diusir dari rumah orang tuanya. Selain aib yang harus di tanggung, ia pun harus bekerja berat di pabrik untuk membiayai hidupnya. Ketika ia melahirkan putrinya, tidak ada seorang pun yang mendampinginya. Ia tidak mendapatkan kecupan manis maupun ucapan selamat dari siapapun juga, yang ia dapatkan hanya cemohan, karena telahelahirkan seorang bayi haram tanpa bapa. Walaupun demikian ia merasa bahagia sekali atas berkat yang didapatkannya dari Tuhan di mana ia telah dikaruniakan seorang putri. Ia berjanji akan memberikan seluruh kasih sayang yang ia miliki hanya untuk putrinya seorang, oleh sebab itulah putrinya diberi nama Love – Kasih.

Siang ia harus bekerja berat di pabrik dan di waktu malam hari ia harus menjahit sampai jauh malam, karena itu merupakan penghasilan tambahan yang ia bisa dapatkan. Terkadang ia harus menjahit sampai jam 2 pagi, tidur lebih dari 4 jam sehari itu adalah sesuatu kemewahan yang tidak pernah ia dapatkan. Bahkan Sabtu Minggu pun ia masih bekerja menjadi pelayan restaurant. Ini ia lakukan semua agar ia bisa membiayai kehidupan maupun biaya sekolah putrinya yang tercinta. Ia tidak mau menikah lagi, karena ia masih tetap mengharapkan, bahwa pada suatu saat ayah dari putrinya akan datang balik kembali kepadanya, di samping itu ia tidak mau memberikan ayah tiri kepada putrinya.

Sejak ia melahirkan putrinya ia menjadi seorang vegetarian, karena ia tidak mau membeli daging, itu terlalu mahal baginya, uang untuk daging yang seyogianya ia bisa beli, ia sisihkan untuk putrinya. Untuk dirinya sendiri ia tidak pernah mau membeli pakaian baru, ia selalu menerima dan memakai pakaian bekas pemberian orang, tetapi untuk putrinya yang tercinta, hanya yang terbaik dan terbagus ia berikan, mulai dari pakaian sampai dengan makanan.

Pada suatu saat ia jatuh sakit, demam panas. Cuaca di luaran sangat dingin sekali, karena pada saat itu lagi musim dingin menjelang hari Natal. Ia telah menjanjikan untuk memberikan sepeda sebagai hadiah Natal untuk putrinya, tetapi ternyata uang yang telah dikumpulkannya belum mencukupinya. Ia tidak ingin mengecewakan putrinya, maka dari itu walaupun cuaca diluaran dingin sekali, bahkan dlm keadaan sakit dan lemah, ia tetap memaksakan diri untuk keluar rumah dan bekerja. Sejak saat tersebut ia kena penyakit rheumatik, sehingga sering sekali badannya terasa sangat nyeri sekali. Ia ingin memanjakan putrinya dan memberikan hanya yang terbaik bagi putrinya walaupun untuk ini ia harus bekorban, jadi dlm keadaan sakit ataupun tidak sakit ia tetap bekerja, selama hidupnya ia tidak pernah absen bekerja demi putrinya yang tercinta.

Karena perjuangan dan pengorbanannya akhirnya putrinya bisa melanjutkan studinya diluar kota. Di sana putrinya jatuh cinta kepada seorang pemuda anak dari seorang konglomerat beken. Putrinya tidak pernah mau mengakui bahwa ia masih mempunyai orang tua. Ia merasa malu bahwa ia ditinggal minggat oleh ayah kandungnya dan ia merasa malu mempunyai seorang ibu yang bekerja hanya sebagai babu pencuci piring di restaurant. Oleh sebab itulah ia mengaku kepada calon suaminya bahwa kedua orang tuanya sudah meninggal dunia.

Pada saat putrinya menikah, ibunya hanya bisa melihat dari jauh dan itupun hanya pada saat upacara pernikahan di gereja saja. Ia tidak diundang, bahkan kehadirannya tidaklah diinginkan. Ia duduk di sudut kursi paling belakang di gereja, sambil mendoakan agar Tuhan selalu melindungi dan memberkati putrinya yang tercinta. Sejak saat itu bertahun-tahun ia tidak mendengar kabar dari putrinya, karena ia dilarang dan tidak boleh menghubungi putrinya. Pada suatu hari ia membaca di koran bahwa putrinya telah melahirkan seorang putera, ia merasa bahagia sekali mendengar berita bahwa ia sekarang telah mempunyai seorang cucu. Ia sangat mendambakan sekali untuk bisa memeluk dan menggendong cucunya, tetapi ini tidak mungkin, sebab ia tidak boleh menginjak rumah putrinya. Untuk ini ia berdoa tiap hari kepada Tuhan, agar ia bisa mendapatkan kesempatan untuk melihat dan bertemu dengan anak dan cucunya, karena keinginannya sedemikian besarnya untuk bisa melihat putri dan cucunya, ia melamar dengan menggunakan nama palsu untuk menjadi babu di rumah keluarga putrinya.

Ia merasa bahagia sekali, karena lamarannya diterima dan diperbolehkan bekerja disana. Di rumah putrinya ia bisa dan boleh menggendong cucunya, tetapi bukan sebagai Oma dari cucunya melainkan hanya sebagai babu dari keluarga tersebut. Ia merasa berterima kasih sekali kepada Tuhan, bahwa ia permohonannya telah dikabulkan.

Di rumah putrinya, ia tidak pernah mendapatkan perlakuan khusus, bahkan binatang peliharaan mereka jauh lebih dikasihi oleh putrinya daripada dirinya sendiri. Di samping itu sering sekali dibentak dan dimaki oleh putri dan anak darah dagingnya sendiri, kalau hal ini terjadi ia hanya bisa berdoa sambil menangis di dlm kamarnya yang kecil di belakang dapur. Ia berdoa agar Tuhan mau mengampuni kesalahan putrinya, ia berdoa agar hukuman tidak dilimpahkan kepada putrinya, ia berdoa agar hukuman itu dilimpahkan saja kepadanya, karena ia sangat menyayangi putrinya.

Setelah bekerja bertahun-tahun sebagai babu tanpa ada orang yang mengetahui siapa dirinya dirumah tersebut, akhirnya ia menderita sakit dan tidak bisa bekerja lagi. Mantunya merasa berhutang budi kepada pelayan tuanya yang setia ini sehingga ia memberikan kesempatan untuk menjalankan sisa hidupnya di rumah jompo.

Puluhan tahun ia tidak bisa dan tidak boleh bertemu lagi dengan putri kesayangannya. Uang pension yang ia dapatkan selalu ia sisihkan dan tabung untuk putrinya, dengan pemikiran siapa tahu pada suatu saat ia membutuhkan bantuannya.

Pada tahun lampau beberapa hari sebelum hari Natal, ia jatuh sakit lagi, tetapi ini kali ia merasakan bahwa saatnya sudah tidak lama lagi. Ia merasakan bahwa ajalnya sudah mendekat. Hanya satu keinginan yang ia dambakan sebelum ia meninggal dunia, ialah untuk bisa bertemu dan boleh melihat putrinya sekali lagi. Di samping itu ia ingin memberikan seluruh uang simpanan yang ia telah kumpulkan selama hidupnya, sebagai hadiah terakhir untuk putrinya.

Suhu diluaran telah mencapai 17 derajat di bawah nol dan salujupun turun dengan lebatnya, jangankan manusia anjingpun pada saat ini tidak mau keluar rumah lagi, karena di luaran sangat dingin, tetapi Nenek tua ini tetap memaksakan diri untuk pergi ke rumah putrinya. Ia ingin betemu dengan putrinya sekali lagi yang terakhir kali. Dengan tubuh menggigil karena kedinginan, ia menunggu datangnya bus berjam-jam di luaran. Ia harus dua kali ganti bus, karena jarak rumah jompo tempat di mana ia tinggal letaknya jauh dari rumah putrinya. Satu perjalanan yang jauh dan tidak mudah bagi seorang nenek tua yang berada dlm keadaan sakit.

Setiba di rumah putrinya dlm keadaan lelah dan kedinginan ia mengetuk rumah putrinya dan ternyata purtinya sendiri yang membukakan pintu rumah gedong di mana putrinya tinggal. Apakah ucapan selamat datang yang diucapkan putrinya ? Apakah rasa bahagia bertemu kembali dengan ibunya? Tidak! Bahkan ia ditegor: “Kamu sudah bekerja di rumah kami puluhan tahun sebagai pembantu, apakah kamu tidak tahu bahwa untuk pembantu ada pintu khusus, ialah pintu di belakang rumah!”

“Nak, Ibu datang bukannya untuk bertamu melainkan hanya ingin memberikan hadiah Natal untukmu. Ibu ingin melihat kamu sekali lagi, mungkin yang terakhir kalinya, bolehkah saya masuk sebentar saja, karena di luaran dingin sekali dan sedang turun salju. Ibu sudah tidak kuat lagi nak!” kata wanita tua itu.

“Maaf saya tidak ada waktu, di samping itu sebentar lagi kami akan menerima tamu seorang pejabat tinggi, lain kali saja. Dan kalau lain kali mau datang telepon dahulu, jangan sembarangan datang begitu saja!” ucapan putrinya dengan nada kesal. Setelah itu pintu ditutup dengan keras. Ia mengusir ibu kandungnya sendiri, seperti juga mengusir seorang pengemis.

Tidak ada rasa kasih, jangankan kasih, belas kasihanpun tidak ada. Setelah beberapa saat kemudian bel rumah bunyi lagi, ternyata ada orang mau pinjam telepon di rumah putrinya “Maaf Bu, mengganggu, bolehkah kami pinjam teleponnya sebentar untuk menelpon ke kantor polisi, sebab di halte bus di depan ada seorang nenek meninggal dunia, rupanya ia mati kedinginan!”

Wanita tua ini mati bukan hanya kedinginan jasmaniahnya saja, tetapi juga perasaannya. Ia sangat mendambakan sekali kehangatan dari kasih sayang putrinya yang tercinta yang tidak pernah ia dapatkan selama hidupnya.

Seorang Ibu melahirkan dan membesarkan anaknya dengan penuh kasih sayang tanpa mengharapkan pamrih apapun juga. Seorang Ibu bisa dan mampu memberikan waktunya 24 jam sehari bagi anak-anaknya, tidak ada perkataan siang maupun malam, tidak ada perkataan lelah ataupun tidak mungkin dan ini 366 hari dlm setahun. Seorang Ibu mendoakan dan mengingat anaknya tiap hari bahkan tiap menit dan ini sepanjang masa. Bukan hanya setahun sekali saja pada hari-hari tertentu. Kenapa kita baru bisa dan mau memberikan bunga maupun hadiah kepada Ibu kita hanya pada waktu hari Ibu saja “Mother’s Day” sedangkan di hari-hari lainnya tidak pernah mengingatnya, boro-boro memberikan hadiah, untuk menelpon saja kita tidak punya waktu.

Berikanlah kasih sayang selama Ibu kita masih hidup, percuma kita memberikan bunga maupun tangisan apabila Ibu telah berangkat, karena Ibu tidak akan bisa melihatnya lagi.

When Mother prayed, she found sweet rest,
When Mother prayed, her soul was blest;
Her heart and mind on God were stayed,
And God was there when Mother prayed!
Our thanks, O God, for mothers
Who show, by word and deed,
Commitment to Thy will and plan
And Thy commandments heed.
A thousand men may build a city,
but it takes a mother to make a home.
No man is poor who has had a godly mother!


Sumber : http://www.cerpen.web.id/articles/67/1/Pengorbanan-Seorang-Ibu/Page1.html



Kita akan bisa lebih membahagiakan Ibu kita apabila kita mau memberikan sedikit waktu kita untuknya, waktu nilainya ada jauh lebih besar daripada bunga maupun hadiah. Renungkanlah: Kapan kita terakhir kali menelpon Ibu? Kapan kita terakhir mengundang Ibu? Kapan terakhir kali kita mengajak Ibu jalan-jalan? Dan kapan terakhir kali kita memberikan kecupan manis dengan ucapan terima kasih kepada Ibu kita? Dan kapankah kita terakhir kali berdoa untuk Ibu kita?

Siapapun Kita semua yang ada di dunia sekarang. baik itu seorang pelajar atau pejabat, baik seorang jendral maupun kopral, baik seorang mahasiswa ataupun taruna, baik itu seorang penjahat ataupun pelacur, baik itu seorang koruptor atau pun director, baik seorang menteri ataupun seorang peragawati. Kita semua terlahir dari rahim ibu, ibu yang dengan tulus ikhlas mengandung merawat dan membesarkan kita hingga sekarang kita menjadi seperti ini. Coba saja kalo ibu kita tidak ikhlas mungkin kita sudah di aborsi. Ketika kecil kita sakit beliau merawat kita, ketika kita belum bisa berjalan, beliau menuntun kita, ketika kata belum terucap beliau membimbing kita. Siapapun ibu kita entah renta atau masih muda, entah masih bersama kita ataupun sudah tiada, mari kita ucapkan terima kasih pada beliau, mari kita kasihi beliau sebagaimana kita dulu beliau kasihi, Ya Tuhanku berikanlah tempat teramat istimewa bagi ibuku tersayang.

Selamat Hari Ibu :)

Arti Setiap Hari Anda

1. Senin adalah singkatan dari “Semangat Nan Indah”
Sebagian orang mengharap-harap tibanya hari Senin karena hari itu mereka mendapat uang. Yang telah libur, kembali berjualan sehingga uang masuk lancar lagi. Yang bekerja harian, berarti upah harian akan diterima kembali.
Sebagian orang tidak suka dengan hari Senin. Yang malas bekerja merasakan beban berat karena Senin berarti mulai bekerja kembali. Yang tadinya bisa santai di rumah, kini harus kembali masuk kantor. Anak sekolah kembali bersekolah, tidak bisa main-main Play Station lagi. Para ibu harus bangun pagi lagi untuk memasak makan pagi anak-anak yang akan berangkat sekolah. Ada yang menunggu-nunggu hari Sabtu lagi yang rasanya masih sangat lamaaaa…..
Apapun sikap yang kita pilih, tidak akan merubah hari Senin. Senin tetap datang. Senin tetap harus kita lalui entah kita senang atau tidak. Sikap mana yang akan kita pilih? Memulai hari Senin dengan menggerutu atau memulai hari Senin dengan Semangat Nan Indah?

2. Selasa adalah singkatan dari “Selalu Luar Biasa”
Ada orang yang berpendapat bahwa Selasa adalah hari yang biasa saja. tidak ada yang luar biasa. Mengapa begitu??? Mengapa kita tidak membuatnya menjadi hari yang luar biasa? Luar biasa atau tidak, bukan tergantung dari nama hari atau pekerjaan kita. Tapi tergantung dari sikap hati kita. Tiap pagi saya bermain skipping (main tali) sebanyak 300 kali. Saya merasakan bedanya, ketika hati sedang malas, ya main tali jadi terasa berat. Tapi bila hati gembira, maka main tali menjadi ringan. Bahkan tanpa terasa bisa sampai 400 kali. Jadi saya selalu main tali sambil bernyanyi dan tersenyum. Hehehe…… ….

3. Rabu adalah singkatan dari “Rasakan bahagia dalam kalbu”
Apakah kita bersyukur hanya kalau kita mendapatkan sesuatu? Kalau sedang senang dan kita bersyukur, itu sih biasa. Tapi bagaimana kalau kita sedang ada masalah? Apakah kita menggerutu dan marah-marah? Apakah kita bisa mensyukuri setiap kejadian dalam hidup kita? Waktu anak saya masih kecil, dia sering menangis di malam hari. Padahal tiap hari saya harus bekerja. Tapi saya bersyukur bisa bangun di malam hari dan memberikan ASI kepada anak saya. Saya senang ketika di malam hari dia terjaga dan memanggil “Mama. Mama”. Malah saya sengaja melarang baby sitter untuk bangun di malam hari dan mengurus anak saya. Saya pikir, toh tidak lama dia begitu. Nanti kalau dia sudah besar, dia tidak akan lagi memanggil “Mama. Mama” ketika terjaga di malam hari. Jadi saya nikmati keadaan itu. Saya syukuri saat-saat tiap malam saya bangun dan menggendong anak saya. Biarlah hati kita selalu dipenuhi rasa syukur. Biarlah kalbu berseri. Hati yang gembira adalah obat yang paling manjur.

4. Kamis adalah “Kami Sukses”
Apakah hari Kamis juga hari biasa? Bagaimana kalau kita membuatnya sebagai hari dimana kita sudah lebih sukses? Rasanya kita perlu mengingat kembali pentingnya “Berpikir Positif”. Bagaimana kalau tiap minggu kita mendapatkan sukses? Bagaimana kalau tiap hari? Apakah mungkin? Tentu saja. Yang perlu dilakukan adalah selalu berpikir positif. Kapan saja, dimana saja, dan siapa saja……
Bila seseorang berkata kepada kita:”Wah, enak ya kerja disana?” Daripada berkata:”Enak apanya? Biasa saja kok.”, mengapa kita tidak berkata:”Amin. “? Bila seseorang berkata:”Pasti kamu banyak uang.” Daripada berkata:”Ga kok. Siapa bilang banyak uang?” Lebih baik kita berkata:”Amin. “. Kalau nanti benar benar banyak uang, siapa yang menikmati? Kita sendiri kan? Asyiikkk…. ..

5. Jumat berarti “Juga Amat Hebat”
Seringkali Jumat menjadi hari yang kurang produktif karena sudah mendekati Sabtu, sehingga pikiran sudah ke hari libur. Mengapa menyia-nyiakan satu hari dalam hidup kita? Bagaimana kalau kita menjadikannya hari Jumat yang Juga Amat Hebat? Bagaimana kalau kita menggunakan hari ini untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang tertunda? Memeriksa surat masuk? Mengevaluasi hari-hari kemarin? Mengatakan hal-hal indah yang belum sempat dikatakan?

6. Sabtu berarti “Saatnya Bersatu”
Hari Sabtu bisa menjadi hari yang produktif atau tidak produktif. Semuanya tergantung diri sendiri. Seorang Pengusaha justeru paling produktif di hari Sabtu karena dia bisa memeriksa semua pekerjaan, memantau hasil kerja karyawan, mencari ide baru, dan puluhan kegiatan lain yang sangat bermanfaat. Bahkan dia membuat hari Sabtu sebagai hari dimana dia mendengarkan semua masalah yang dihadapi ank buahnya.
Orang tua yang libur dan ingin membina kedekatan dengan anak-anaknya bisa memanfaatkan hari Sabtu untuk bermain bersama, berenang, makan bareng, membersihkan rumah bersama atau jalan-jalan. Daripada hanya duduk dan masing-masing nonton acara tv kesukaannya tanpa adanya komunikasi. Pasangan yang saling mencinta bisa menggunakan hari ini untuk saling mengerti bukan hari untuk bertengkar. Hayoo……

7. Minggu berarti “Mari ingat berkah seminggu”
Hari Minggu bisa dijadikan hari bermalas-malas atau bisa juga menjadi hari untuk mengevaluasi diri kita. Untuk mengevaluasi sikap kita. Apa yang telah dilakukan dalam seminggu? Apa yangsalah? Apa yang benar? Apa yang dapat kita lakukan lebih baik minggu depan? Apa rencana baru yang perlu dibuat? Bagaimana supaya minggu depan lebih sukses? Bagaimana caranya bekerja lebih baik? Bagaimana caranya agar tidak terlambat masuk kerja? Dan seribu satu kegiatan lain.
Dengan demikian hari Senin akan kita nantikan dengan semangat karena kita telah punya rencana yang akan diterapkan. Hari Senin menjadi awal minggu depan yang lebih sukses.

Semua baik… Semua baik…. Ngga ada hari yang buruk atau sial hanya tergantung bagaimana kita meresponi hari yang kita lewati saja.

by : Tum2

P.S : tak tersedia dalam Bahasa lain selain bahasa Indonesia...hehehe

Ibuku Telah Membohongiku

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan
membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah
ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna
sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan
terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong
mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.

Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang
anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan
saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi
nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata :
"Makanlah nak, aku tidak lapar koq"Inilah KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA

Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan
waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekiat rumah, ibu
berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan
bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan
yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu,
ibu duduk disampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih
menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku
makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu
menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan
cepat menolaknya, ia berkata : "Makanlah nak, aku tidak suka makan
ikan koq "Inilah KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA

Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api
untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang
untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun
dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan
dengan gigihnya melanjutkan pekerjaanny menempel kotak korek api. Aku
berkata :"Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus
kerja." Ibu tersenyum dan berkata :"Cepatlah tidur nak, aku tidak
capek koq" Inilah KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA

Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku
pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari,
ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama
beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah
selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah
disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental
tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental.
Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk
ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata :"Minumlah nak, aku tidak
haus koq" Inilah KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT

Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap
sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu,
dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita
pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat
kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati
yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar
maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat
kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk
menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan
nasehat mereka, ibu berkata : "Saya tidak butuh cinta koq "
Itulah KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA

Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan
bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak
mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit
sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang
bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu
memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang
tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : "Nggak usah nak Saya masih punya duit koq" Itulah KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM

Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian
memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika
berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja
di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud
membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik
hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku "Nggak Usah Nak, Aku tidak terbiasa hidup di kota" Itulah KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH

Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker
lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di
seberang samudra Atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk
ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya
setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku
dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya
terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas
betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat
lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air
mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti
ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : "Jangan menangis anakku,Aku
tidak merasa kesakitan" Inilah KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.

Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta
menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.

Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa
tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : "Terima kasih ibu ! "
Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon
ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita
untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita
yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk
meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah
dan ibu yang ada di rumah.

Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan
pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas
apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di
samping kita.

Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita?
Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita
sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita
renungkan kembali lagi..Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu
kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata "MENYESAL" di
kemudian hari.

Selamat hari ibu untuk semuanya

Beruntung atau Malang, Semuanya Tergantung Sudut Pikiran Anda

Alkisah jaman dahulu kala ada seorang petani miskin yang hidup dengan seorang putera nya. Mereka hanya memiliki seekor kuda kurus yang sehari-hari membantu mereka menggarap ladang mereka yang tidak seberapa. Pada suatu hari, kuda pak tani satu2 nya tersebut menghilang, lari begitu saja dari kandang menuju hutan.

Orang-orang di kampung yang mendengar berita itu
berkata:

"Wahai Pak tani, sungguh malang nasibmu!".

Pak tani hanya menjawab, "Malang atau beruntung? Aku tidak tahu …"

Keesokan hari nya, ternyata kuda pak Tani kembali ke kandangnya, dengan membawa 100 kuda liar dari hutan.

Segera ladang pak Tani yang tidak seberapa luas dipenuhi oleh 100 ekor kuda jantan yang gagah perkasa. Orang2 dari kampung berbondong datang dan segera mengerumuni "koleksi" kuda2 yang berharga mahal tersebut dengan kagum. Pedagang2 kuda segera menawar kuda2 tersebut dengan harga tinggi, untuk dijinakkan dan dijual. Pak Tani pun menerima uang dalam jumlah banyak, dan hanya menyisakan 1 kuda liar untuk berkebun membantu kuda tua nya.

Orang-orang di kampung yang melihat peristiwa itu
berkata:

"Wahai Pak tani, sungguh beruntung nasibmu!".

Pak tani hanya menjawab, "Malang atau beruntung? Aku tidak tahu …"

Keesokan hari nya, anak pak Tani pun dengan penuh semangat berusaha menjinakan kuda baru nya. Namun, ternyata kuda tersebut terlalu kuat, sehingga pemuda itu jatuh dan patah kaki nya.

Orang-orang di kampung yang melihat peristiwa itu
berkata: "Wahai Pak tani, sungguh malang nasibmu!".

Pak tani hanya menjawab, "Malang atau beruntung? Aku tidak tahu …"

Pemuda itupun terbaring dengan kaki terbalut untuk menyembuhkan patah kaki nya. Perlu waktu lama hingga tulang nya yang patah akan baik kembali. Keesokan hari nya, datanglah Panglima Perang Raja ke desa itu.

Dan memerintahkan seluruh pemuda untuk bergabung menjadi pasukan raja untuk bertempur melawan musuh di tempat yang jauh. Seluruh pemuda pun wajib bergabung, kecuali yang sakit dan cacat. Anak pak Tani pun tidak harus berperang karena dia cacat.

Orang-orang di kampung berurai air mata melepas putra-putra nya bertempur, dan berkata: "Wahai Pak tani, sungguh beruntung nasibmu!".

Pak tani hanya menjawab, "Malang atau beruntung? Aku tidak tahu …"

Kisah di atas, mengungkapkan suatu sikap yang sering disebut: non-judgement. Sebagai manusia, kita seringkali menghakimi rangkaian kejadian yang terjadi dalam kehidupan kita sehari - hari. Apa2 yang kita sebut hari ini sebagai "kesialan", barangkali di masa depan baru ketahuan adalah jalan menuju "keberuntungan" atau bisa saja apa yang kita anggap "sial" adalah "beruntung" bagi orang lain. Ini semua adalah bentuk relativitas pikiran manusia terhadap sebuah peristiwa. Maka orang2 seperti Pak Tani di atas, berhenti untuk "menghakimi" kejadian dengan label2 "beruntung", "sial", dan sebagainya.

Segala sesuatunya adalah netral adanya, positif atau negatif hanyalah eksis dalam sudut pandang pikiran anda
Menderita atau berbahagia adalah efek dari mindset anda itu sendiri
Semuanya hanyalah mengenai pilihan darimana anda hendak melihatnya

by : ethacute

Tetap Hidup dengan Tenang di Saat Dia Sudah Beristirahat dengan Tenang

Perihal kehilangan ini memang sangat sulit kita terima
Terutama kalau kita udah sayang dan melekat banget sama orang2 yang meninggalkan kita itu

Tapi kita harus sadar juga bahwa tak ada yang abadi di dunia ini
Kehidupan tidak pasti karena adanya perubahan2 yang pasti terjadi, hanya kematian yang pasti karena kematian adalah bagian dari perubahan itu sendiri
Bahkan plastik sekalipun akan tetap terurai juga di dalam tanah sekalipun memang butuh waktu berjutaan tahun
Kita bahkan tahu kalo dunia suatu saat nanti akan berakhir juga karena kiamatnya
Kita tau memang tidak ada yang kekal untuk selamanya karena itulah kita harus belajar untuk menghadapi kenyataan tersebut
Bukannya malah mengingat2 lagi masa lalu kita yang kelam n menyedihkan karena kita hidup di saat ini,detik ini,sekarang ini juga

Bukan berarti kita melupakan saat2 indah dengan orang yang pergi,kita tetap akan selalu mengingat mereka
Kenangan mereka akan selamanya berada di hati kita
Tapi lihatlah,satu saat nanti kita akan meninggalkan dunia ini juga
Jadi kita yakin saja kalau 1 saat nanti kita akan bertemu lagi dengan mereka
Ini hanyalah sebuah penantian yang pasti sekali akan berakhir
Pertanyaannya adalah apakah kita mau sabar nunggu penantian itu atau tidak hingga terus menggerutu dan menderita di dalam penantian tersebut?

Tapi bukan berarti juga kita tak boleh sedih dan menangis saat ada seseorang yang kita cintai banget ntu pergi untuk selamanya
Menangislah kalo kita perlu untuk menangis
Tapi sebagaimana jiwa akan pergi dan kehidupan juga akan berhenti ,kesedihan itu pun layak untuk pergi dan tangisan itu harus berhenti
Perubahan...Terkadang kita yang harus memulai sendiri sebelum kondisi yang memulai untuk mengubah diri kita

Masalahnya jika kita hanya mengandalkan waktu yang menghilangkan kesedihan kita dan menyembuhkan kita, itu percuma
Kita tidak boleh menunggu waktu untuk sembuhkan kesedihan kita
Kesedihan itu hanya akan pergi kalo kita berusaha dan yakin bahwa kesedihan itu HARUS dan PASTI pergi
Agar kita bisa melanjutkan hidup kita dengan lebih lega n bahagia
Lagipula bukan waktu yang kendalikan kehidupan kita,kan?
Kita sendiri yang mengendalikan bagaimana seharusnya hidup kita!

Jadi itu sebenarnya cuma masalah pilihan aja...

Untuk tetap menangisi kepergian orang2 yang kau cintai selama mungkin semasih kau bisa, padahal kau tau kalau menangis darah pun tak akan membawa mereka kembali kepadamu
ATAU..
Kau mau berhenti menangis, menghadapi kenyataan bahwa di dunia fana ini tidak ada yang kekal, dan kembali menjalani kehidupanmu tanpa mereka yang kau cintai dengan hati yang penuh ketegaran,kerelaan dan rasa syukur?

Ketegaran
Itulah kuncinya
Kita harus sadar kalo kita gak bisa melawan sebuah kepastian karena hidup kita sendiri penuh perubahan yang bersifat pasti namun membuat hidup menjadi tidak pasti
Kematian adalah sebuah kepastian
Kita tidak bisa melawan itu dan kita tidak tahu kapan dan bagaimana hal itu terjadi
Hidup itu sangat rapuh
Dan kita gak tahu kapan kita ataupun orang yang kita sayangin itu harus pergi untuk selamanya
Yang kita tahu, hal itu hanyalah sebuah kepastian dan kita harus kuat dan tegar menghadapi kepastian itu
Kita tak perlu melawan, percuma saja kita melawan
Pasrahlah, serahkan dirimu, jangan melawan dengan segenap ego dan kemelakatanmu, dan kau akan belajar untuk menjadi tegar

Kerelaan
Kita harus merelakan mereka pergi karena ,sekali lagi, kematian adalah suatu kepastian
Memang kita mencintai mereka dan sangat sulit untuk merelakan yang kita sayangi itu pergi
Tapi itulah rasa kasih sayang
Kasih sayang maupun cinta bukan hanya untuk didapatkan dan dipertahankan tapi untuk juga untuk direlakan/dilepaskan
Kita harus merelakan yang tersayang itu pergi di saat memang harus dan telah pergi
Karena dengan kerelaan itu, berarti kita melepaskan beban yang selama ini ada
Rasa sayang n mengenang itu baik adanya tapi hal itulah yang membuatmu merasa sedih berkepanjangan
Bukan berarti kita menjadi seorang yang jahat dengan melupakan mereka
Namun, untuk kebaikan kita sendiri yang masih hidup, marilah kita tegar dan merelakan mereka yang telah pergi

Bayangkan jika roh orang yang kau sayangi itu melihatmu "hancur" dari atas sana dan beliau tahu kalau kau, orang yang begitu dikasihinya, hancur karena kepergiannya?
Bukannya hal itu akan membuat roh yang tersayang itu sedih?
Bukannya sebagai seorang yang mengasihi kita,dia akan merasa sedih melihat kita hancur karena kepergiannya yang bahkan tak diinginkannya (dan juga tak direncanakan jika ia tidak meninggal bunuh diri)?
Orang yang terkasih itu juga tidak punya pilihan
Ia harus pergi karena begitulah yang telah terjadi
Kau harus bisa merelakannya, untuk kebaikan masa depanmu sendiri

Bersyukur
Bersyukurlah kita masih memiliki orang2 yang kita sayangi
Kita tidak perlu terbebani apakah mereka akan mendahului kita atau tidak,karena kita tidak tau kapan dan bagaimana caranya kepastian yang disebut kematian itu datang
Dengan ketakutan dan kekhawatiran akan datangnya kematian tersebut karena traumatik akan kematian orang lain yang kita sayangi, hanya akan membuat sayang kita semakin berlebihan kepada orang2 yang masih hidup dan kita sayangi di sekitar kita
Hal ini akan membuat kita semakin sulit menghadapi kenyataan apabila kematian memang menjemput mereka mendahului kita
Selain itu kekhawatiran dan ketakutan tersebut juga akan membebani hidup kita saat ini,bukan?
Sayangilah mereka,namun jangan berlebihan
Kasihilah mereka dan bersyukurlah mereka masih ada di sana untuk menyayangimu apapun yang terjadi
Bersyukurlah bahwa kau juga masih ada untuk mencintai mereka
Bersyukurlah jika kau masih bisa berada di samping mereka di akhir hayat mereka nantinya
Tetapi yang terutama adalah BERSYUKURLAH BAHWA KAMU MASIH BISA HIDUP

Karena itulah, lepaskan beban kesedihan akan apa yang telah terjadi
Biarlah semua menjadi kenangan,karena kita tak bisa mengubah apa yang telah terjadi
Kita jadikanlah semuanya itu sebuah pembelajaran agar kita menjadi sosok yang lebih kuat dan tegar
Masa lalu ada untuk sebuah pelajaran dan hikmah bagi kita semua agar kita belajar menjadi bijaksana

Karena itu pulalah, lepaskan beban kekhawatiran dan ketakutan akan apa yang akan terjadi
Biarlah semuanya mengalir sebagaimana mustinya, karena apa yang akan terjadi adalah hasil yang terbaik dari yang telah kita lakukan untuk diri kita dan orang2 di sekeliling kita
Kita sebagai manusia juga tidak bisa tau pasti apa yang terjadi di depan, untuk apa pula kita takut dan khawatir akan sesuatu yang masih kabur dan tidak jelas kapan dan bagaimana terjadinya?

Karena itu pulalah, mari kita lakukan yang terbaik untuk diri kita
Bersyukurlah di dalam hidup kita,tegarlah,dan relakanlah dan kita pasti akan bisa menghilangkan semua kesedihan itu perlahan - pahan
Sorry kepanjangan, semoga bisa bermanfaat

P.S : secara garis berlaku bukan hanya di saat kita berhadapan dengan kehilangan akan orang yang meninggal, tapi juga untuk semua jenis kehilangan

Mengapa Pusat Keramaian Jadi Tempat Bunuh Diri?

Kamis, 17/12/2009 11:00 WIB -

Setidaknya dalam dua bulan ini kita disuguhi sebuah kejadian tragis, yakni maraknya aksi bunuh diri dengan mengambil tempat di tempat keramaian. Tempat yang dipilih itu mulai dari mal, pusat perbelanjaan lainnya hingga apartemen. Semua tempat-tempat tersebut berada di dalam pusat perkotaan. Dengan fenomena tersebut, patut kita tanyakan ada gejala apakah dengan masyarakat kita saat ini.

Ambil contoh kejadian yang terjadi di Apartemen Harmoni yang satu Kompleks Harmoni Jakarta, Selasa (15/12). Seorang wanita yang juga pengusaha mapan nekat bunuh diri terjun dari apartemennya dan jatuh ke lantai tujuh. Beberapa hari sebelumnya, seorang pembantu rumah tangga juga meloncat bunuh diri dari lantai 11 Apartemen Gading River View, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dan masih banyak lagi kejadian serupa yang susul menyusul menjadi tontonan mengerikan bagi masyarakat. Karena kejadian itu berlangsung di tengah pusat keramaian yang langsung bisa disaksikan oleh banyak mata.

Para pelaku pun datang dari beragam latar belakang dan profesi. Mulai dari pengusaha, pembantu rumah tangga, pelajar, ibu rumah tangga hingga tenaga kerja wanita yang baru pulang dari luar negeri.

Dari kejadian itu ada hal yang menarik yakni, mulai bergesernya tempat untuk aksi bunuh diri. Orang kini tak lagi harus bersembunyi untuk mengakhiri nyawanya sendiri. Kebiasaan yang berlangsung selama ini, mereka malu melakukan aksi bunuh diri sehingga memilih tempat-tempat yang tersembunyi mulai dari kamar pribadi, kamar mandi atau tempat-tempat yang tidak terlihat oleh orang lain.

Namun dalam beberapa bulan terakhir, ada fenomena yang ganjil dilakukan mereka yang nekat mengakhiri hidupnya. Mengapa mereka memilih tempat-tempat keramaian dalam mengakhiri hidupnya. Apakah ini hanya sekadar latah mengikuti orang lain, atau adakah keseragaman pandangan dalam proses pemilihan tempat tersebut.

Bisa saja, ini merupakan sebuah unjuk rasa atau protes terhadap keadaan sosial saat ini. Mereka ingin tak hanya sekadar mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri tetapi juga ingin agar jalan yang dipilihnya juga menjadi pemikiran bagi yang lain. Bisa saja mereka ingin mempertontonkan bahwa hidup sekarang sudah tak lagi bersahabat, atau kehidupan di perkotaan yang semakin individualistis yang semuanya hanya diukur dengan materi yang semakin menekan hati dan perasaan orang.

Karena kalau dilihat dari data statistik, mereka yang nekat meloncat dari gedung apartemen untuk mengakhiri hidupnya statusnya beragam. Bahkan jarang yang status sosialnya dari kelas menengah bawah. Mereka kebanyakan adalah berasal dari kalangan menengah atas karena dari sisi materi berkecukupan. Karena itu kalau alasan bunuh diri tersebut karena tekanan ekonomi, maka pastilah tidak. Dipastikan mereka yang nekat melakukan aksi bunuh diri di pusat keramaian itu bukan karena latar belakang ekonomi.

Menurut Norman Wright, seorang psikolog, dari data penelitian yang dilakukannya, latar belakang aksi bunuh diri bisa dikalkulasikan karena alasan berikut. Sebanyak 10 persen orang yang bunuh diri dengan alasan yang tidak jelas. Lalu sebanyak 25 persen digolongkan sebagai orang-orang yang menderita, bisa karena ekonomi atau penyakit dan lainnya. Dan sebanyak 40 persennya lagi melakukan bunuh diri menurut kata hati ketika mengalami gangguan emosional. Dari alasan yang terakhir ini, bisa dikatakan bahwa persoalan emosi seseorang memberi pengaruh yang sangat besar terhadap tindakan nekatnya.

Gangguan emosional tersebut biasanya lebih pada persoalan tekanan kejiwaan dan bukan karena tekanan ekonomi atau materi. Mereka yang nekat bunuh diri di pusat-pusat keramaian tersebut mungkin lebih tepat kita kategorikan dalam alasan yang 40 persen tersebut. Ketika stres atau tekanan jiwa begitu hebat menguasai mereka, saat itulah mereka memutuskan untuk bunuh diri.

Aksi bunuh diri menjadi sarana “protes” kepada kondisi sosial saat ini yang semakin “kejam” bagi sebagian orang. Sendi-sendi kehidupan sosial kini tak lagi bersahabat, nyaman dan menenteramkan. Karena itulah, mereka menilai untuk apa harus bertahan hidup. Mereka ingin mempertontonkan kepada masyarakat pilihan yang ditempuhnya.
Sekarang tugas kita adalah bagaimana bisa mengeliminasi fenomena semacam ini.

Tanggung jawab kita sebagai makhluk sosial untuk selalu menjadi sahabat bagi yang lain. Orang yang punya pemikiran mengakhiri hidupnya adalah orang yang sedang mencari pertolongan. Mana kala pertolongan itu tak kunjung datang maka yang terjadi adalah pemikiran menjadi realitas yang dipilih. Cara yang paling ringan untuk menolong adalah adalah membuat hidup anda serta orang-orang sekeliling Anda merasa nyaman dalam menjalani kehidupan ini. Jangan buat hidup ini individualistis dan selalu pedulilah dengan sesama. Tingkat stres setiap orang pasti dirasakan dengan kadarnya masing-masing. (***)

10 Racun Psikologi

Racun pertama : Menghindar
Gejalanya, lari dari kenyataan, mengabaikan tanggung jawab, padahal dengan melarikan diri dari kenyataan kita hanya akan mendapatkan kebahagiaan semu yang berlangsung sesaat.
Antibodinya : Realitas
Cara : Berhentilah menipu diri. Jangan terlalu serius dalam menghadapi masalah karena rumah sakit jiwa sudah dipenuhi pasien yang selalu mengikuti kesedi hanny a dan merasa lingkungannya menjadi sumber frustasi. Jadi, selesaikan setiap masalah yang dihadapi secara tuntas dan yakinilah bahwa segala sesuatu yang terbaik selalu harus diupayakan dengan keras.

Racun kedua : Ketakutan
Gejalanya, tidak yakin diri, tegang, cemas yang antara lain bisa disebabkan kesulitan keuangan, konflik perkawinan, problem seksual, dll...
Antibodinya : Keberanian
Cara : Hindari menjadi sosok yang bergantung pada kecemasan. Ingatlah 99 persen hal yang kita cemaskan tidak pernah terjadi. Keberanian adalah pertahanan diri paling ampuh. Gunakan analisis intelektual dan carilah solusi masalah melalui sikap mental yang benar. Keberanian merupakan proses reedukasi. Jadi, jangan segan mencari bantuan dari ahlinya, seperti psikiater atau psikolog.

Racun ketiga : Egoistis
Nyinyir, materialistis, agresif, lebih suka meminta daripada memberi.
Antibodinya : Bersikap sosial
Cara : Jangan mengeksploitasi teman. Kebahagiaan akan diperoleh apabila kita dapat menolong orang lain. Perlu diketahui, orang yang tidak mengharapkan apapun dari oranglain adalah orang yang tidak pernah merasa dikecewakan.

Racun keempat : Stagnasi
Gejalanya berhenti satu fase, membuat diri kita merasa jenuh, bosan, dan tidak bahagia.
Antibodinya : Ambisi
Cara : Teruslah berkembang, artinya kita terus berambisi di masa depan kita. Kita kan menemukan kebahagiaan dalam gairah saat meraih ambisi kita tersebut.

Racun kelima : Rasa rendah diri
Gejala : Kehilangan keyakinan diri dan kepercayaan diri serta merasa tidak memiliki kemampuan bersaing.
Antibodinya : Keyakinan diri
Cara : Seseorang tidak akan menang bila sebelum berperang, yakin dirinya akan kalah. Bila kita yakin akan kemampuan kita, sebenarnya kita sudah mendapatkan separuh dari target yang ingin kita raih.. Jadi, sukses berawal pada saat kita yakin bahwa kita mampu mencapainya.

Racun keenam : Narsistik
Gejala : Kompleks superioritas, terlampau sombong, kebanggaan diri palsu.
Antibodinya : Rendah hati
Cara : Orang yang sombong akan dengan mudah kehilangan teman, karena tanpa kehadiran teman, kita tidak akan bahagia. Hindari sikap sok tahu. Dengan rendah hati, kita akan dengan sendirinya mau mendengar orang lain sehingga peluang 50 persen sukses sudah kita raih.

Racun ketujuh : Mengasihani diri
Gejala : Kebiasaan menarik perhatian, suasana yang dominan, murung, menghunjam diri, merasa menjadi orang termalang di dunia.
Antibodinya : Sublimasi
Cara : Jangan membuat diri menjadi neurotik, terpaku pada diri sendiri. Lupakan masalah diri dan hindari untuk berperilaku sentimentil dan terobsesi terhadap ketergantungan kepada orang lain..

Racun kedelapan : Sikap bermalas-malasan
Gejala : Apatis, jenuh berlanjut, melamun, dan menghabiskan waktu dengan cara tidak produktif, merasa kesepian.
Antibodinya : Kerja
Cara : Buatlah diri kita untuk selalu mengikuti jadwal kerja yang sudah kita rencanakan sebelumnya dengan cara aktif bekerja. Hindari kecenderungan untuk membuat keberadaaan kita menjadi tidak berarti dan mengeluh tanpa henti.

Racun kesembilan : Sikap tidak toleran
Gejala : Pikiran picik, kebencian rasial yang picik, angkuh, antagonisme terhadap agama tertentu, prasangka religius.
Antibodinya : Kontrol diri
Cara : Tenangkan emosi kita melalui seni mengontrol diri. Amati mereka secara intelektual. Tingkatkan kadar toleransi kita. Ingat bahwa dunia diciptakan dan tercipta dari keberagaman kultur dan agama.

Racun kesepuluh : Kebencian
Gejala : Keinginan balas dendam, kejam, bengis.
Antibodinya : Cinta kasih
Cara : Hilangkan rasa benci. Belajar memaafkan dan melupakan.. Kebencian merupakan salah satu emosi negatif yang menjadi dasar dari rasa ketidakbahagiaan. Orang yang memiliki rasa benci biasanya juga membenci dirinya sendiri karena membenci orang lain. Satu-satunya yang dapat melenyapkan rasa benci adalah cinta. Cinta kasih merupakan kekuatan hakiki yang dapat dimiliki setiap orang.